
JAKARTA, koranindopos.com – Meningkatnya varian Omicron Covid-19 di tanah air mendapat perhatian serius dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Dia mengajak seluruh elemen desa untuk intensifkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dengan penerapan ketat protokol kesehatan. Termasuk mengoptimalkan fungsi Relawan Desa Tanggap Covid-19 di masing-masing desa hingga pada rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW).
Menurut menteri yang akrab disapa Gus Halim itu, adanya varian Omicron yang sudah terdeteksi mengalami transmisi lokal di Jakarta dan Surabaya, perlu diantisipasi penyebarannya di desa-desa. Berdasar pengalaman, desa-desa sangat cepat belajar, sigap mengantisipasi penyebaran Covid-19 berikut dampak yang mungkin ditimbulkan selama pandemi. Sehingga sepanjang pandemi desa tetap berinovasi, tetap bangkit, dan tetap tumbuh menapaki jalan kemandiriannya. “Saya minta jangan kendor semangat menjaga desa kita. Satgas desa dan pemerintah desa pantau warga yang masuk dan keluar,” tegas dia dalam siaran persnya, Selasa (25/1).
Gus Halim memprediksi puncak kasus infeksi varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari atau awal Maret 2022. Dalam mengantisipasinya, dia meminta warga desa untuk tenang, tidak panik dan tetap harus siap siaga. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi puncak infeksi varian Omicron. Di antaranya melakukan akselerasi vaksin Booster, penegakan protokol kesehatan lebih masif, hingga persyaratan masuk ke tempat publik hanya yang sudah divaksinasi 2 kali. “Tentu harus ada peran aktif seluruh warga desa,” ujar Gus Halim.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan agar aparat pemerintah desa konsisten menegakkan protokol kesehatan dan melakukan pengawasan terhadap pendatang secara ketat. Gus Halim juga meminta para relawan desa serta para elemen desa di antaranya yokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus tempat ibadah, pengelola tempat wisata, serta pengelola pasar-pasar tradisional serta pihak lain yang dianggap perlu untuk saling berkoordinasi dalam rangka pencegahan dan penegakan disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Saya juga terus mendorong percepatan pencapaian secara merata target vaksinasi dosis kedua dan pertama di wilayah masing-masing desa,” tegas Gus Halim.(hai)









