Koranindopos.com – Jakarta Desainer ternama Jonathan Wongso akhirnya mengungkap keterlibatannya dalam momen sakral pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang berlangsung mewah namun tetap sarat nuansa budaya. Dari prosesi prewedding hingga resepsi, Wongso menjadi sosok penting di balik penampilan Al dan keluarganya yang tampil elegan dengan balutan jas rancangan khusus dari Wong Hang Tailor.
Kepercayaan besar diberikan oleh Al dan Alyssa kepada Jonathan untuk merancang sederet jas yang akan digunakan di berbagai rangkaian acara. Tak hanya untuk Al, Alyssa, dan keluarga inti, namun juga untuk keluarga besar dari kedua belah pihak, termasuk Ahmad Dhani, El Rumi, Dul Jaelani, hingga keluarga Alyssa yang datang jauh-jauh dari Prancis.
“Kami dipercaya Al dan Alyssa untuk mendesain jas di hari spesial mereka, dan kami bikin konsepnya bareng dari mulai warna, style, dan lain-lainnya,” ungkap Jonathan saat ditemui pada Sabtu (21/6/2025).
Menurut Jonathan, proses kerja sama ini dimulai sejak empat bulan lalu. Permintaan awal datang untuk pembuatan jas prewedding, namun kemudian berkembang menjadi proyek besar yang mencakup keseluruhan keluarga besar kedua mempelai. “Jadi saya dihubungi sekitar Februari. Awalnya saya diminta mendesainkan suit untuk prewed dan wedding-nya Al, lalu saya dipercaya untuk mendesain suit untuk satu keluarga besar,” katanya.

Mengusung perpaduan antara adat Jawa dan gaya internasional, Al dan Alyssa menampilkan keselarasan budaya dan modernitas dalam prosesi pernikahan mereka. “Saya menyiapkan beberapa suit untuk Al. Konsepnya lebih ke internasional, bentuknya tuxedo. Saya siapkan satu tuxedo putih, satu tuxedo hitam, dan satu tuxedo velvet. Digunakan untuk prewed dan wedding day,” ujar Jonathan.
Tak hanya itu, Jonathan juga menjelaskan bagaimana pasangan ini sangat terlibat dalam proses kreatif. Al dan Alyssa disebut memiliki selera mode yang jelas dan terarah sejak awal. “Al ditemani Alyssa, mereka orangnya sudah terkonsep sangat rapi dari awal, dan mereka sangat mengerti fashion dan style. Jadi diskusi kami sangat lancar dan mudah. Mereka request ingin konsep yang classic dan elegant, tidak mau yang berlebihan dan norak. Dan konsepnya lebih ke tuxedo internasional. Warna yang diminta juga monochrome, oleh sebab itu saya designkan warna broken white dan black,” jelasnya.
Dalam penataan warna, Jonathan membuat keputusan khusus agar penampilan Al sebagai mempelai pria tampil lebih menonjol. “Untuk Al, pakai pakaian yang berbeda dari keluarga supaya terlihat lebih standout. Jadi keluarga nuansanya gelap, Al nuansanya lebih terang,” tambahnya.
Kepercayaan yang diberikan pun cukup besar. Total, Jonathan menyiapkan belasan setelan jas, termasuk untuk ayah Al, Ahmad Dhani, dan saudara-saudaranya. “Espresso brown ini dipakai oleh seluruh keluarga termasuk dari mas Dhani, El, Dul, beserta keluarga dari Alyssa, Pak Richard dan saudara-saudara Alyssa dari Prancis juga,” tutur Jonathan.
Sebagian besar sesi pertemuan dan fitting dilakukan di kediaman Ahmad Dhani di kawasan Pondok Indah. “Mas Dhani lebih mengikuti saja ya, ikut pada tema-temanya. Saya banyak fitting di kediaman Mas Dhani di Pondok Indah,” ujarnya.
Proses pengerjaan seluruh setelan jas ini memakan waktu antara tiga hingga empat bulan. Hal ini dikarenakan penggunaan material premium yang didatangkan langsung dari luar negeri. “Kami pakai bahan Italian wool kualitas luxury, jadi harus diimpor langsung dari Italia,” tutup Jonathan.
Dengan perhatian pada detail dan kualitas, serta kolaborasi erat antara desainer dan calon pengantin, penampilan Al dan Alyssa di hari pernikahan mereka pun tampil memukau dan elegan sesuai harapan.










