Rabu, 28 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Kaspersky Merilis Laporan Transparansi Pertamanya

Admin oleh Admin
28 September 2021
in Teknologi
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berkomitmen untuk transparansi yang lebih besar, perusahaan keamanan siber global Kaspersky telah secara terbuka membagikan informasi tentang permintaan yang diterima dari pemerintah dan lembaga penegak hukum, serta pengguna untuk laporan data dan keahlian teknis pada tahun 2020 dan Semester 1 2021.

INDOPOS JAKARTA – Berkat semakin pentingnya teknologi dalam kehidupan modern, permintaan akan transparansi yang lebih besar dari perangkat lunak yang kita gunakan juga meningkat, termasuk solusi keamanan. Untuk mengatasi permintaan ini, Kaspersky telah mengeluarkan laporan transparansi pertamanya, Law enforcement and government requests report (Penegakan hukum dan laporan permintaan pemerintah), untuk membantu penggunanya memahami bagaimana perusahaan menanggapi permintaan tersebut dan pendekatannya terhadap keamanan data dan privasi pengguna.

Seiring peningkatan jumlah serangan siber setiap tahun yang mengancam pengembangan dan penggunaan teknologi digital, turut meningkatkan kebutuhan untuk kolaborasi di antara komunitas TI. Untuk memerangi kejahatan dunia maya transnasional dengan sukses dan memastikan penggunanya aman, terlindungi, dan percaya diri di dunia maya, Kaspersky telah bekerja sama dengan lembaga penegak hukum (Law Enforcement Agencies – LEA) di seluruh dunia.

Kaspersky secara terbuka membagikan pendekatannya dalam menanggapi permintaan dari pemerintah global dan lembaga penegak hukum untuk dua kategori, yaitu data pengguna dan keahlian teknis. Pelaporan tersebut juga menjelaskan informasi tentang jumlah permintaan hal terkait dari berbagai negara untuk tahun 2020 dan enam bulan pertama (H1) tahun 2021:

Artikel Terkait

Apple Rilis Panduan Perbaikan Mandiri iPhone Duo di Hari Pertama Peluncuran

Haier Hadirkan TV 100 Inci M96 Series dengan Teknologi QD-Mini LED

AQUA Elektronik Perluas Pasar Jawa Timur, Andalkan Produk Smart Living

  • Pada tahun 2020, Kaspersky menerima 160 permintaan dari pemerintah dan Lembaga Penegak Hukum dari 15 negara. 132 di antaranya untuk Informasi & Keahlian Teknis Non-Personal. Seluruh permintaan data pengguna (28) diproses dan ditolak karena tidak ada data atau tidak memenuhi persyaratan verifikasi hukum.
  • Pada paruh pertama tahun 2021, Kaspersky menerima 105 permintaan dari pemerintah dan Lembaga Penegak Hukum dari 17 negara. Sebanyak 40% dari mereka diproses dan ditolak karena tidak ada data atau tidak memenuhi persyaratan verifikasi hukum. Secara total, 89 permintaan yang diterima selama enam bulan pertama tahun ini adalah untuk Informasi & Keahlian Teknis Non-Personal.

Kaspersky tidak pernah memberikan akses ke data pengguna atau infrastruktur perusahaan kepada penegak hukum atau organisasi pemerintahan. Perusahaan memberikan informasi tentang data tersebut berdasarkan permintaan, tetapi tidak ada pihak ketiga yang dapat secara langsung atau tidak langsung mengakses infrastruktur atau data yang kami miliki. Dan seluruh permintaan wajib melalui verifikasi hukum sebelum menyetujui, menolak, atau mengajukan banding atas permintaan tersebut.

Data pengguna mencakup informasi yang diberikan oleh pengguna kepada Kaspersky saat mereka menggunakan produk dan layanan perusahaan dan bergantung pada layanan, produk, dan fitur yang dilindungi seperti dijelaskan dalam Kebijakan Privasi Kaspersky. Sebagai perusahaan keamanan siber, Kaspersky tidak memproses atau memiliki akses ke data konten (yang dibuat atau dikomunikasikan oleh pengguna), di mana banyak para Lembaga Penegak Hukum biasanya tertarik untuk dijadikan sebagai bukti elektronik.

Permintaan untuk keahlian teknis mencakup informasi teknis non-personal yang dihasilkan dan disediakan oleh peneliti keamanan Kaspersky dan algoritme pembelajaran mesin. Ini mungkin termasuk hash MD5 malware, indikator kompromi (IoC), informasi tentang modus operandi serangan siber, output rekayasa balik malware, informasi statistik, dan hasil investigasi serta penelitian lainnya.

Informasi lebih lanjut dan langkah-langkah untuk memproses permintaan tersebut dijelaskan di sini.

“Kaspersky berkomitmen untuk transparansi yang lebih luas dalam apa yang kami lakukan dan bagaimana kami melakukannya. Kaspersky bekerja dengan organisasi penegak hukum di seluruh dunia demi kepentingan terbaik keamanan dunia maya internasional, dan kami percaya bahwa dengan mengomunikasikan secara jelas prinsip-prinsip inti tentang cara kami berkolaborasi dengan organisasi dalam memerangi kejahatan dunia maya, kami akan dapat membantu pengguna untuk lebih percaya diri dalam menggunakan solusi keamanan siber Kaspersky,” komentar Oleg Abdurashitov, Head of Public Affairs di Kaspersky.

Selain itu, perusahaan juga mengungkapkan informasi tentang permintaan yang diterima dari para pengguna untuk berbagai tujuan, seperti menghapus informasi pribadi pengguna, perincian apa dan di mana saja data pengguna disimpan, dan penyediaannya. Pada tahun 2020 Kaspersky menerima total 503 permintaan pengguna, sedangkan pada Semester 1 2021, jumlah tersebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yaitu menjadi 1.199 permintaan. Informasi lengkap dapat diakses di sini.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Inisiatif Transparansi Global Kaspersky, silakan kunjungi situs webnya di sini. (rls-bru)

TerkaitBerita

Apple Rilis Panduan Perbaikan Mandiri iPhone Duo di Hari Pertama Peluncuran
Teknologi

Apple Rilis Panduan Perbaikan Mandiri iPhone Duo di Hari Pertama Peluncuran

oleh Editor : Affandy
27 Oktober 2026
Haier
Teknologi

Haier Hadirkan TV 100 Inci M96 Series dengan Teknologi QD-Mini LED

oleh Editor : Hana
27 Oktober 2026
AQUA Elektronik
Elektronik

AQUA Elektronik Perluas Pasar Jawa Timur, Andalkan Produk Smart Living

oleh Editor : Hairul
26 Oktober 2026
Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal
Teknologi

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

oleh Editor : Affandy
25 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Ari Irham Kewalahan Jalani Adegan Kesurupan Berulang Kali di Hajatan Setan

Ari Irham Kewalahan Jalani Adegan Kesurupan Berulang Kali di Hajatan Setan

28 Oktober 2026
Tantangan Terberat Taskya Namya, Menjiwai Karakter Marni di Film Horor Rambut Sewu

Tantangan Terberat Taskya Namya, Menjiwai Karakter Marni di Film Horor Rambut Sewu

28 Oktober 2026
Penggerebekan Narkoba di Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Amankan 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Penggerebekan Narkoba di Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Amankan 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

28 Oktober 2026
Pantograf Berpercikan Api di Stasiun Jakarta Kota, KAI Commuter Siapkan Rangkaian Pengganti

Pantograf Berpercikan Api di Stasiun Jakarta Kota, KAI Commuter Siapkan Rangkaian Pengganti

28 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5108 shares
    Share 2043 Tweet 1277
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1110 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Pengelola Situs Judi Online Boxkia.com

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya