Senin, 15 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

Kaspersky: Waspada Mobile Malware yang Menyamar Sebagai Faktur Mencuri Kredensial Perbankan Pengguna

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
2 Juni 2025
in Teknologi
A A
0
Kaspersky
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) menemukan versi baru trojan perbankan seluler Zanubis yang menargetkan pengguna di Peru. Ketika Zanubis pertama kali muncul pada tahun 2022, ia meniru pembaca PDF atau aplikasi organisasi pemerintah Peru, dan kini pada tahun 2025 ia menyamar sebagai dua aplikasi baru – satu milik perusahaan lokal di sektor energi dan yang lainnya – milik bank lokal. Dengan teknik rekayasa sosial yang canggih, pengguna dibujuk untuk mengunduh dan memasang aplikasi palsu ini, yang mencuri kredensial dan kunci perbankan dari dompet digital atau kripto. Zanubis juga melakukan pencatatan tombol dan perekaman layar, di antara fungsi lainnya. Kaspersky mendeteksi lebih dari 130 korban dalam operasi terbaru, dan sekitar 1.250 sejak pemantauan malware ini dimulai.

Pada ponsel pintar yang menjalankan Android, aplikasi dapat dipasang dari berbagai toko, tetapi aplikasi juga dapat dipasang langsung dari file APK tanpa melalui toko. Zanubis berhasil masuk ke ponsel pintar korban melalui file APK. Ketika meniru perusahaan energi, APK berbahaya didistribusikan dengan nama seperti “Boleta_XXXXXX.apk” (“Tagihan”) atau “Factura_XXXXXX.apk” (“Faktur”), menipu pengguna agar percaya bahwa mereka sedang membuka dan memverifikasi tagihan atau faktur. Aplikasi ini berpura-pura sebagai alat verifikasi faktur palsu, yang mengharuskan pengguna untuk menginstalnya dan memasukkan informasi pelanggan mereka untuk memeriksa berbagai faktur yang belum dibayar. Sementara itu, ketika meniru bank, korban ditipu untuk mengunduh malware dengan kedok instruksi dari konsultan bank palsu.

KasperskyFormulir palsu di dalam aplikasi untuk memverifikasi faktur

Setelah pengguna mengunduh dan meluncurkan salah satu file APK yang dijelaskan, layar akan muncul dengan logo organisasi palsu untuk menipu, yang menyatakan bahwa pemeriksaan sedang berlangsung. Aplikasi tersebut mengharuskan pengguna untuk memberikan izin aksesibilitas dengan menyatakan bahwa izin tersebut diperlukan untuk operasi normal aplikasi.

Artikel Terkait

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, dari Galaxy A07 5G hingga Galaxy Z Fold8

WU Hub Gandeng 20 Startup Kampus, Fokus Buktikan Produk Benar-Benar Dibutuhkan Pasar

c 1 - Kaspersky: Waspada Mobile Malware yang Menyamar Sebagai Faktur Mencuri Kredensial Perbankan Pengguna

Tangkapan layar aplikasi berbahaya yang meminta izin aksesibilitas

Izin aksesibilitas Android memberi aplikasi kemampuan untuk berinteraksi dengan dan mengendalikan berbagai aspek antarmuka dan fungsionalitas perangkat, terutama untuk membantu pengguna penyandang disabilitas. Saat aplikasi malware memperoleh izin aksesibilitas, penyerang dapat secara diam-diam memantau dan menangkap data pengguna yang sensitif, seperti kata sandi, pesan, dan detail perbankan, dengan membaca konten layar dan notifikasi. Inilah yang dilakukan penyerang di balik Zanubis untuk mencuri dana dan mendapatkan akses menuju informasi pribadi lainnya.

Pelaku ancaman di balik Zanubis kemungkinan beroperasi dari Peru. Ada penggunaan bahasa Spanyol Amerika Latin yang konsisten dalam kode tersebut, dan penyerang menunjukkan pengetahuan tentang lembaga perbankan dan pemerintah Peru.

“Zanubis telah menunjukkan evolusi yang jelas, bertransisi dari Trojan perbankan sederhana menjadi ancaman yang sangat canggih dan memiliki banyak sisi. Fokusnya tetap pada target bernilai tinggi, khususnya Lembaga perbankan dan keuangan di Peru. Para penyerang di balik Zanubis tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Mereka terus menyesuaikan taktik, mengubah metode distribusi untuk memastikan malware menjangkau korban baru dan mengeksekusi secara diam-diam. Sangat penting bagi pengguna individu dan perusahaan untuk tetap waspada dan meningkatkan tingkat literasi digital mereka, serta menggunakan solusi keamanan tepercaya dan terbukti, untuk menghindari ancaman semacam itu,” komentar Leandro Cuozzo, Peneliti Keamanan di Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky.

Untuk melindungi diri Anda dari ancaman seluler, Kaspersky merekomendasikan:

  • Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi untuk ponsel pintar, seperti Apple App Store dan Google Play, tetapi ingatlah bahwa mengunduh aplikasi dari toko resmi pun tidak selalu bebas risiko. Kaspersky baru-baru ini menemukan SparkCat, malware stealer tangkapan layar pertama yang berhasil melewati keamanan App Store. Malware tersebut juga ditemukan di Google Play, dengan total 20 aplikasi yang terinfeksi di kedua platform, yang membuktikan bahwa toko-toko ini tidak 100% aman.
  • Agar tetap aman, selalu periksa ulasan aplikasi, gunakan hanya tautan dari situs web resmi, dan instal perangkat lunak keamanan yang andal, seperti Kaspersky Premium, yang dapat mendeteksi dan memblokir aktivitas berbahaya jika suatu aplikasi ternyata palsu.
  • Periksa izin aplikasi yang Anda gunakan dan pikirkan baik-baik sebelum mengizinkannya, terutama jika menyangkut izin berisiko tinggi seperti Layanan Aksesibilitas.
  • Perbarui sistem operasi dan aplikasi penting Anda saat pembaruan tersedia. Banyak masalah keamanan dapat diatasi dengan menginstal versi perangkat lunak yang diperbarui.
Topik: Kaspersky

TerkaitBerita

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G
Teknologi

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G

oleh Editor : Affandy
15 Juni 2026
Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, dari Galaxy A07 5G hingga Galaxy Z Fold8
Teknologi

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, dari Galaxy A07 5G hingga Galaxy Z Fold8

oleh Editor : Affandy
14 Juni 2026
WU Hub Gandeng 20 Startup Kampus, Fokus Buktikan Produk Benar-Benar Dibutuhkan Pasar
Teknologi

WU Hub Gandeng 20 Startup Kampus, Fokus Buktikan Produk Benar-Benar Dibutuhkan Pasar

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
iCAR V23 Hadir dengan Tiga Varian Baru, Perluas Akses ke Ekosistem EV Lifestyle di Indonesia
Teknologi

iCAR V23 Hadir dengan Tiga Varian Baru, Perluas Akses ke Ekosistem EV Lifestyle di Indonesia

oleh Editor : Affandy
12 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

15 Juni 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Level Rp 17.773 pada Awal Perdagangan

15 Juni 2026
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Kini di Level Rp2,733 Juta

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

15 Juni 2026
Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G

15 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3491 shares
    Share 1396 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya