koranindopos.com – Jakarta. Kemacetan parah yang mengular hingga sekitar 32 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, menyebabkan sedikitnya 17 pemudik pingsan pada Minggu (15/3). Para pemudik dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan paparan cuaca panas ekstrem saat mengantre untuk masuk ke kapal penyeberangan.
Kemacetan panjang terjadi di jalur utama Denpasar–Gilimanuk yang menjadi akses utama menuju pelabuhan. Para pemudik dilaporkan harus mengantre hingga sekitar 14 jam tanpa kepastian waktu naik ke kapal.
Sebagian besar korban merupakan pengendara sepeda motor yang harus bertahan di tengah debu jalanan dan terik matahari selama berjam-jam. Kondisi tersebut memicu kelelahan fisik hingga gangguan kesehatan pada sejumlah pemudik.
Tim medis dari Dokkes Polres Jembrana langsung turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama di sejumlah titik kemacetan. Petugas memeriksa kondisi pemudik yang mengalami pusing, dehidrasi, hingga kelelahan akibat perjalanan panjang.
Kasi Dokkes Polres Jembrana, I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu sore pihaknya telah menangani belasan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, sebagian besar pemudik mengalami kelelahan setelah menunggu terlalu lama di jalur antrean menuju pelabuhan. Setelah mendapatkan penanganan medis, beberapa di antaranya dapat melanjutkan perjalanan kembali.
Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk kerap terjadi saat arus mudik atau periode libur panjang karena tingginya volume kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa. Petugas kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan di jalur tersebut.
Pihak berwenang juga mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi tubuh, membawa persediaan air minum yang cukup, serta beristirahat apabila mengalami kelelahan selama perjalanan menuju pelabuhan.(dhil)










