Koranindopos.com, Jakarta – KSO Buana Kesenian Jakarta secara resmi menggelar acara Selamatan dan Syukuran Produksi Film “Kembar Tak Sama” pada Senin, 26 Oktober 2026. Acara yang bertempat di Auditorium Gedung Rektorat IKJ tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian produksi sekaligus wujud sinergi strategis antara entitas industri dan institusi pendidikan seni.
Produksi film ini dieksekusi melalui Kerja Sama Operasional (KSO) MBK Productions dan IKJ, yang melibatkan Prodi Film & Televisi, Prodi Teater, Prodi Musik, serta Prodi Desain Komunikasi Visual. Kolaborasi ini memberikan ruang aktualisasi bagi mahasiswa, alumni, dan tenaga pendidik untuk memadukan pengetahuan akademik dengan pengalaman produksi nyata di industri kreatif.
PT Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) merupakan rumah produksi film Indonesia yang berfokus pada pengembangan karya sinema berlandaskan penceritaan kuat. Sementara itu, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) memiliki potensi strategis dalam mempertemukan proses pendidikan akademik dengan praktik profesional secara langsung.
“Kembar Tak Sama” merupakan film bergenre komedi keluarga yang mengangkat tema seputar persoalan identitas, hubungan persaudaraan, dan penerimaan diri. Skenario serta pengembangan cerita film ini digarap oleh Budi Yulianto, Joko Nugroho, Damar, Dimas, dan Arthur.
Film ini disutradarai oleh Damar Rizal Marzuki, seorang sutradara muda pendatang baru yang juga merupakan putra dari aktor senior perfilman Indonesia, Epy Kusnandar. Di posisi produser terdapat Rendy Gunawan dan Suzen H.R. Tobing, bersama Budi Yulianto dan Mohammad Syamsul Maarif selaku Executive Producer.
Untuk menghidupkan karakter-karakter di dalamnya, barisan cast yang memerankan film ini merupakan perpaduan strategis antara pemain-pemain film yang sudah punya nama besar di industri perfilman dengan para pemain teater. Rangkaian pengambilan gambar utama (produksi) “Kembar Tak Sama” dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
“Ya, karena ada beberapa bahasa visual yang biasanya saya menyutradarai panggung, terus bagaimana ketika masuk ke kreatif film bisa apa saja yang terjadi, kemungkinan kreatif apa aja yang terjadi. Tapi karena didukung oleh tim teknis dari FFTV IKJ dan segala imajinasi atau kreatif yang ada di pikiran ini diterjemahkan oleh teknis-teknis di tim pendukung ini, jadi tenang ngejalaninnya. Ya paling besok enggak tahu syuting hari pertama itu bakal apa kendala yang dihadapi dan semoga cepat adaptasinya dan lancar dengan syuting yang maksimal,” papar Damar Rizal
Pengambilan gambar sebagian besar dilakukan di lingkungan kampus IKJ dan set rumah di area Sawangan dengan durasi syuting selama 14 hari. Damar menjelaskan pertimbangan penggunaan fasilitas kampus serta keterlibatan para mahasiswa secara langsung dalam adegan film.
“Ya, karena kebutuhan cerita ini kan yang banyak extras-nya di kampus IKJ sendiri. Dan extras-nya pun sebagai mahasiswa teater, mahasiswa musik, film. Jadi ada beberapa kelas praktik yang emang mungkin bisa lebih menyatu kalau emang sekalian mahasiswa yang bermain. Jadi misalkan ada salah satu kelas dan kelasnya praktik, ya kalau extras umum mungkin agak susah, lama ya adaptasi. Tapi ini karena sehari-harinya emang kelas, jadi melibatkan mahasiswa teater juga buat berada di, mengisi sebagai ya ruang kelas itu sendiri,” ungkap Damar.
Target Tayang dan Harapan Industri
Proses syuting film komedi keluarga ini mengutamakan integrasi lapangan bagi civitas akademika IKJ. Film “Kembar Tak Sama” diproyeksikan untuk tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2027. (BRG/Hend)




