
JAKARTA, koranindopos.com – Kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah menjadi salah satu fokus perhatian wakil rakyat di Senayan. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menyoroti kinerja Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang dinilainya kurang maksimal. Dia mendesak seluruh jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan operasi pasar. Jangan sampai persoalan kelangkaan minyak goreng berlangsung lama, sehingga mengorbankan nasib warga masyarakat.
Politisi yang akrab disapa Demer itu juga meminta agar Kemendag melakukan upaya-upaya untuk mencegah penimbunan komoditas oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Serta mengawasi rantai pasokan minyak goreng di sejumlah daerah. Mendag harus bisa memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran. “Bagaimana masyarakat tidak marah, sudah harga minyak goreng mahal, kebijakan di dalam berubah terus dan operasi pasar tidak berjalan dengan baik,” tegas Demar, Senin (7/2).
Demar meminta Presiden Jokowi dan Menko Prekonomian segera memanggil dan memberi teguran keras kepada Mendag. Dia menyebut blunder terbesar Mendag adalah kebijakan menghilangkan minyak goreng curah di pasaran dan memaksa penjualan menggunakan kantong sederhana. “Apa ini tidak dipikirkan secara matang? Minyak goreng curah adalah cara paling mudah mendistribusikan kepada masyarakat. Kalau produsen harus menggunakan proses packaging baru, kapan akan selesai masalah ini?,” tutur Demer.
Politisi senior Partai Golkar itu juga meminta seluruh pejabat eselon Kemendag bergerak dan turun ke lapangan uuntuk mengecek penerapan HET tersebut. “Saya minta seluruh jajaran Kemendag, baik eselon I, II, maupun III, aktif turun ke lapangan. Jangan hanya duduk santai dia atas meja dan menunggu laporan,” cetus dia. Demer menyatakan seluruh pejabat Kemendag harus mengecek gudang minyak goreng terkait kesesuaian laporan stok dan yang ada di lapangan. Pengecekan tersebut termasuk gudang Kemendag, gudang Bulog, dan gudang-gudang swasta.(hai)









