koranindopos.com, Jakarta – Koperasi BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera di Lombok bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) hadir dalam memberantas praktik rentenir melalui penyaluran dana bergulir kepada anggota koperasi.
Hal ini merupakan sinergi yang baik antara LPDB-KUMKM, pengurus koperasi, dan anggota koperasi. Dana bergulir yang disalurkan LPDB-KUMKM telah dimanfaatkan secara efektif oleh BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera untuk memberikan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil di sektor kopi.
Amiluddin, seorang anggota BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera yang bergelut di bidang kopi sejak 2014, mengungkapkan dampak positif keberadaan koperasi bagi usahanya. “Awal saya bergelut di bidang kopi ini dari tahun 2014, sudah 10 tahunan, diberitahu oleh orang tua untuk ikut sebuah kelompok belajar tentang kopi, akhirnya saya masuk jadi anggota komunitas kopi lombok. Ada juga koperasi BMT Al Hidayah, dampaknya untuk permodalan juga bisa kami penuhi, terus untuk jualan juga bisa kita bawa ke koperasi juga, warga disini juga bisa kami beli barangnya untuk pengumpulan bahan,” ujarnya.
Sementara itu, M. Amin Qutubi, Pengurus Koperasi BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera, menjelaskan bahwa koperasi ini didirikan pada tahun 2006 dengan semangat untuk membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir.
“Koperasi ini memang kami dirikan di tahun 2006, kita semangatnya dulu karena masyarakat sudah banyak yang terjerat rentenir jadi itu salah satu keberadaan BMT ini kami harap bisa memberi solusi masyarakat bisa terbebas dari rentenir. Saat ini kami rutin melaksanakan pendidikan literasi keuangan pada anggota atau masyarakat yang belum menjadi anggota, ini salah satu program kita memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengapresiasi keberhasilan BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera dalam memberantas rentenir di wilayahnya.
“Ini adalah bukti nyata bahwa dana bergulir LPDB-KUMKM dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat, khususnya anggota koperasi,” kata Supomo.
Menurut Supomo, koperasi, seperti BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera, memiliki peran krusial dalam memberikan akses pembiayaan yang adil dan terjangkau bagi masyarakat.
“Mereka hadir di tengah-tengah masyarakat, memahami kebutuhan lokal, dan memberikan solusi yang tepat sasaran,” kata Supomo.
Selain itu, kata Supomo, program literasi keuangan yang rutin dilaksanakan BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera merupakan langkah yang sangat baik dalam memberikan pendampingan dan pendidikan bagi anggota koperasi dan masyarakat.
“Literasi keuangan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan, sehingga mereka dapat terhindar dari praktik-praktik keuangan yang merugikan, seperti rentenir,” tambah Supomo.
Supomo menegaskan, LPDB-KUMKM berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan koperasi di seluruh Indonesia melalui penyaluran dana bergulir yang tepat sasaran dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa dengan memperkuat koperasi dan UMKM, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap kisah sukses BMT Al-Hidayah Ummat Sejahtera ini dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lainnya di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan dana bergulir LPDB-KUMKM secara optimal,” jelas Supomo. (Riski Astuti)










