Koranindopos.com, JAKARTA – Anfield baru saja menjadi saksi bisu salah satu drama paling gila dalam sejarah Premier League. 20 menit terakhir pertandingan mengubah total peta persaingan gelar juara musim ini.
Manchester City sukses membalikkan keadaan secara dramatis di kandang Liverpool, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Kemenangan 2-1 ini memangkas jarak mereka dengan Arsenal menjadi tinggal enam poin.
Padahal, The Citizens nyaris saja mengibarkan bendera putih saat tertinggal di menit ke-83. Gol tuan rumah sempat membuat Arsenal seolah sudah menggenggam trofi juara dengan satu tangan. Namun, mentalitas juara berbicara lain di momen kritis tersebut. Pasukan Josep Guardiola menolak mati dan menciptakan keajaiban di sisa waktu yang ada.
Berikut adalah lima momen kacau dan brilian yang menjadi titik balik laga klasik Liverpool vs Manchester City di Anfield ini. Semua bermula pada menit ke-83 yang mencekam. Dominik Szoboszlai melepaskan tendangan bebas roket dari jarak 40 yard yang membuat stadion bergemuruh.
Bola meluncur deras menghantam tiang sebelum merobek jala gawang City. Kiper sekelas Gianluigi Donnarumma bahkan hanya bisa terpaku menyaksikan keindahan gol tersebut. Gol spektakuler ini seharusnya menjadi penentu kemenangan Liverpool malam itu. Namun, takdir berkata lain bagi gelandang Hungaria tersebut.
Liverpool yang terlena usai mencetak gol justru mundur terlalu dalam. Kesalahan fatal ini dimanfaatkan City untuk mencetak gol penyeimbang entah dari mana asalnya. Umpan silang yang terdefleksi jatuh tepat ke arah Erling Haaland yang meneruskannya ke Bernardo Silva. Gelandang Portugal itu bereaksi paling cepat menyodok bola masuk ke gawang.
Momentum seketika berbalik arah secara drastis. Bernardo bahkan tidak melakukan selebrasi berlebih, ia langsung memungut bola dari gawang dan berlari ke tengah lapangan. ”Saya ingin dia merayakan lebih heboh lagi,” ujar Haaland usai laga mengomentari aksi rekannya itu.
Bernardo punya alasan kuat mengapa ia memilih bergegas. Ia sadar betul bahwa hasil imbang saja tidak cukup untuk mengejar Arsenal. ”Saya merasa seluruh tim tahu sebelum pertandingan bahwa jika kami kalah, mungkin perebutan gelar sudah berakhir. Kami merasa harus menang, jadi jelas itu membuat kami sedikit lebih dekat. Harapan itu ada. Kami akan berjuang sampai akhir,” ungkap Bernardo kepada Sky Sports.
Kekacauan mulai terjadi di lini belakang Liverpool pasca gol penyeimbang. Milos Kerkez terlihat kehilangan fokus dan meninggalkan posisinya untuk menjaga Rayan Cherki. Celengahan ini dibayar mahal ketika Matheus Nunes lolos dari jebakan offside. Alisson Becker terpaksa menjatuhkan Nunes di kotak terlarang yang berujung penalti vital. (blt/mmr)




