Koranindopos.com – JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung ke Jambi untuk mengecek pelaksanaan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Raja Juli mengatakan, Prabowo memintanya untuk terus turun ke lapangan guna memastikan seluruh arahan penanganan karhutla yang telah diberikan kepada kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah benar-benar dijalankan.
“Sesuai dengan perintah Pak Presiden Prabowo Subianto kepada saya, saya diminta untuk terus turun ke lapangan. Kemarin, Pak Presiden ke Kalimantan Barat sebelumnya, kemudian beliau perintahkan saya untuk mengecek kembali apakah perintah-perintah yang beliau sampaikan baik kepada K/L di pusat maupun di daerah sudah diimplementasi atau belum, sudah dieksekusi atau belum,” ujar Raja dalam siaran pers Kementerian Kehutanan, Selasa (25/8/2026).
Dalam kunjungannya ke Jambi, Raja Juli memastikan akan mengevaluasi satu per satu instruksi Presiden yang belum terlaksana.
Menurut dia, perintah yang masih belum dijalankan akan segera didorong agar pelaksanaannya dipercepat. Ia menekankan bahwa rapat koordinasi penanganan karhutla harus menghasilkan tindakan konkret di lapangan.
“Saya nanti akan cek kira-kira apa perintah beliau yang belum terlaksanakan. Ya nanti satu per satu kita akselerasi agar… Beliau selalu katakan, ‘rapat itu produktif, jangan omon-omon saja’. Jadi, apa yang diperintahkan, kita laksanakan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan koordinasi penanganan karhutla tidak berhenti pada pembahasan di tingkat pusat maupun daerah.
Langkah konkret di lapangan menjadi penting mengingat karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dan membutuhkan penanganan secara cepat, baik melalui pemadaman maupun upaya pencegahan agar api tidak meluas.
Raja Juli menegaskan pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Untuk memperkuat penanganan, Kementerian Kehutanan akan terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga dan unsur di lapangan, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api.
“Jangan ragu pemerintah hadir di lapangan. Kita berkomitmen untuk bekerja keras semua terjun ke lapangan tapi tentu seperti yang dikatakan doa juga penting,” kata Raja Juli.
Kolaborasi lintas lembaga tersebut diperlukan karena penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Pemerintah juga perlu melakukan pemantauan titik panas, pencegahan penyebaran api, pengendalian dampak asap, serta memastikan masyarakat di sekitar wilayah terdampak tetap terlindungi.
Rapat koordinasi yang dipimpin Raja Juli digelar di Daops Manggala Agni Jambi. Sejumlah pejabat dari berbagai instansi turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Di antaranya Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kepala BMKG Provinsi Jambi Tri Agus Pramono, Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, serta Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin.
Jajaran Manggala Agni dan relawan juga turut mengikuti koordinasi tersebut.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan sekaligus memastikan setiap instruksi penanganan karhutla dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Pemerintah sebelumnya juga telah memperkuat operasi darat dan udara untuk menghadapi karhutla di sejumlah wilayah prioritas. Dengan kondisi cuaca dan sumber air yang menjadi tantangan, koordinasi serta respons cepat di lapangan menjadi semakin penting.
Raja Juli menegaskan, pemerintah tidak ingin penanganan karhutla hanya berhenti pada rapat dan pernyataan. Setiap arahan Presiden harus diikuti dengan pelaksanaan konkret untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat dari dampak karhutla.(dhil/kmps)




