Rabu, 26 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Menhut Turun Langsung ke Jambi, Pastikan Perintah Prabowo soal Karhutla Tak Sekadar “Omon-Omon”

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Agustus 2026
in Nasional
A A
0
Menhut Turun Langsung ke Jambi, Pastikan Perintah Prabowo soal Karhutla Tak Sekadar “Omon-Omon”

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung ke Jambi untuk mengecek pelaksanaan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raja Juli mengatakan, Prabowo memintanya untuk terus turun ke lapangan guna memastikan seluruh arahan penanganan karhutla yang telah diberikan kepada kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah benar-benar dijalankan.

“Sesuai dengan perintah Pak Presiden Prabowo Subianto kepada saya, saya diminta untuk terus turun ke lapangan. Kemarin, Pak Presiden ke Kalimantan Barat sebelumnya, kemudian beliau perintahkan saya untuk mengecek kembali apakah perintah-perintah yang beliau sampaikan baik kepada K/L di pusat maupun di daerah sudah diimplementasi atau belum, sudah dieksekusi atau belum,” ujar Raja dalam siaran pers Kementerian Kehutanan, Selasa (25/8/2026).

Dalam kunjungannya ke Jambi, Raja Juli memastikan akan mengevaluasi satu per satu instruksi Presiden yang belum terlaksana.

Artikel Terkait

Kebakaran 37 Bangunan di Duren Sawit Diduga Berawal dari Gudang Mobil

Kemensos: Sebagian Besar Penyintas Gempa NTT Tidak Alami Trauma, Rasa Takut dan Cemas Dinilai Wajar

BMKG Catat 7.492 Gempa Susulan di NTT Hingga Hari Ini

Menurut dia, perintah yang masih belum dijalankan akan segera didorong agar pelaksanaannya dipercepat. Ia menekankan bahwa rapat koordinasi penanganan karhutla harus menghasilkan tindakan konkret di lapangan.

“Saya nanti akan cek kira-kira apa perintah beliau yang belum terlaksanakan. Ya nanti satu per satu kita akselerasi agar… Beliau selalu katakan, ‘rapat itu produktif, jangan omon-omon saja’. Jadi, apa yang diperintahkan, kita laksanakan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan koordinasi penanganan karhutla tidak berhenti pada pembahasan di tingkat pusat maupun daerah.

Langkah konkret di lapangan menjadi penting mengingat karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dan membutuhkan penanganan secara cepat, baik melalui pemadaman maupun upaya pencegahan agar api tidak meluas.

Raja Juli menegaskan pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Untuk memperkuat penanganan, Kementerian Kehutanan akan terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga dan unsur di lapangan, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api.

“Jangan ragu pemerintah hadir di lapangan. Kita berkomitmen untuk bekerja keras semua terjun ke lapangan tapi tentu seperti yang dikatakan doa juga penting,” kata Raja Juli.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut diperlukan karena penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Pemerintah juga perlu melakukan pemantauan titik panas, pencegahan penyebaran api, pengendalian dampak asap, serta memastikan masyarakat di sekitar wilayah terdampak tetap terlindungi.

Rapat koordinasi yang dipimpin Raja Juli digelar di Daops Manggala Agni Jambi. Sejumlah pejabat dari berbagai instansi turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kepala BMKG Provinsi Jambi Tri Agus Pramono, Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, serta Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin.

Jajaran Manggala Agni dan relawan juga turut mengikuti koordinasi tersebut.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan sekaligus memastikan setiap instruksi penanganan karhutla dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

Pemerintah sebelumnya juga telah memperkuat operasi darat dan udara untuk menghadapi karhutla di sejumlah wilayah prioritas. Dengan kondisi cuaca dan sumber air yang menjadi tantangan, koordinasi serta respons cepat di lapangan menjadi semakin penting.

Raja Juli menegaskan, pemerintah tidak ingin penanganan karhutla hanya berhenti pada rapat dan pernyataan. Setiap arahan Presiden harus diikuti dengan pelaksanaan konkret untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat dari dampak karhutla.(dhil/kmps)

Topik: KARHUTLAmenhutptabowo

TerkaitBerita

Kebakaran 37 Bangunan di Duren Sawit Diduga Berawal dari Gudang Mobil
Peristiwa

Kebakaran 37 Bangunan di Duren Sawit Diduga Berawal dari Gudang Mobil

oleh Editor : Affandy
26 Agustus 2026
Kemensos: Sebagian Besar Penyintas Gempa NTT Tidak Alami Trauma, Rasa Takut dan Cemas Dinilai Wajar
Nasional

Kemensos: Sebagian Besar Penyintas Gempa NTT Tidak Alami Trauma, Rasa Takut dan Cemas Dinilai Wajar

oleh Editor : Affandy
26 Agustus 2026
BENCANA ALAM: Sejumlah pasien dan wisatawan terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Sabtu (15/8/2026). (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Nasional

BMKG Catat 7.492 Gempa Susulan di NTT Hingga Hari Ini

oleh Editor : Memoarto
26 Agustus 2026
6 Perusahaan Dijatuhi Sanksi Kemenhut Terkait Karhutla
Nasional

6 Perusahaan Dijatuhi Sanksi Kemenhut Terkait Karhutla

oleh Editor : Anggoro
25 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya