Rabu, 29 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Menteri PPN Ungkap 46% Penerima Bansos Salah Sasaran, Dorong Penggunaan Data Regsosek

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
24 Juni 2024
in Nasional
A A
0
Bansos
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. (H.C.) Ir. H. Suharso Monoarfa, M.A., mengungkapkan bahwa 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Peluncuran Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) bertajuk “Wujudkan Satu Data Menuju Indonesia Emas 2045” di Jakarta, Kamis (20/6).

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian, Suhadi Lili, menanggapi pernyataan Suharso dengan menyebut bahwa data Regsosek belum bisa dikatakan lebih baik dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial. Menurutnya, masih diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan keunggulan masing-masing data.

Koordinator Bidang Kajian Kemiskinan dan Ketimpangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, mengkritik ketegangan antara dua lembaga tersebut yang terkesan saling beradu data. Ia menilai bahwa hal ini mencerminkan ego sektoral yang sering menghambat implementasi program pemerintah.

“Kenapa tidak duduk bersama dan saling melengkapi. Kemensos harusnya memahami bahwa data Regsosek adalah data survei BPS yang diperoleh pada 2022-2023, sementara DTKS terakhir diupdate pada 2014,” ujar Wisnu, dilansir dari laman RRI, Sabtu (22/6/24).

Artikel Terkait

Gubernur Kaltara Berharap LCC Empat Pilar MPR RI Melahirkan Pemimpin Masa Depan

SMAN 8 Kota Ternate Juara LCC Empat Pilar MPR RI Maluku Utara, Siap Wakili Daerah di Final Nasional

Pimpinan Badan Penganggaran MPR RI Ajbar Hadiri Sidang Sinode Gereja Toraja Mamasa, Tegaskan Pentingnya Sinergi Kebangsaan dan Keagamaan

Wisnu menyarankan agar data Regsosek dijadikan acuan untuk memperbaiki DTKS, sehingga potensi bansos yang tidak tepat sasaran dapat diminimalkan di masa mendatang. Meskipun Regsosek belum memiliki payung hukum sebagai data nasional, Wisnu menegaskan bahwa UU yang ada menunjuk Kemensos sebagai penyelenggara bansos dengan menggunakan DTKS.

Wisnu juga menyoroti bahwa masalah bansos salah sasaran sudah menjadi rahasia umum dan sering dilaporkan oleh masyarakat. Namun, proses verifikasinya tidak berjalan dengan baik, termasuk laporan dari masyarakat yang merasa layak menerima bansos.

Ir. H. Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa besarnya jumlah penerima bansos yang salah sasaran disebabkan oleh buruknya pendataan. Oleh karena itu, pemerintah merilis Regsosek yang akan menjadi basis data penerima bansos. Regsosek adalah basis data yang memiliki informasi sosial ekonomi hampir 100 persen penduduk Indonesia. Data ini mengidentifikasi kesejahteraan penduduk dari yang termiskin hingga paling sejahtera dengan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Data Regsosek meliputi informasi kependudukan, geospasial, kondisi perumahan, sanitasi dan air bersih, ketenagakerjaan, serta data aset dan kepemilikan usaha, pendidikan, kesehatan, penyandang disabilitas, dan program perlindungan sosial.

Dengan peluncuran Regsosek, diharapkan permasalahan bansos yang tidak tepat sasaran dapat diatasi dan lebih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan yang mereka perlukan. Kolaborasi antara berbagai lembaga dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih baik dalam mengelola data kesejahteraan sosial di Indonesia. (hai)

Topik: BansosBansos Salah Sasaran

TerkaitBerita

Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum
Nasional

Gubernur Kaltara Berharap LCC Empat Pilar MPR RI Melahirkan Pemimpin Masa Depan

oleh Editor : Hairul
28 Juli 2026
SMAN 8 Kota Ternate Juara LCC Empat Pilar MPR RI Maluku Utara, Siap Wakili Daerah di Final Nasional
Nasional

SMAN 8 Kota Ternate Juara LCC Empat Pilar MPR RI Maluku Utara, Siap Wakili Daerah di Final Nasional

oleh Editor : Affandy
28 Juli 2026
Pimpinan Badan Penganggaran MPR RI Ajbar Hadiri Sidang Sinode Gereja Toraja Mamasa, Tegaskan Pentingnya Sinergi Kebangsaan dan Keagamaan
Nasional

Pimpinan Badan Penganggaran MPR RI Ajbar Hadiri Sidang Sinode Gereja Toraja Mamasa, Tegaskan Pentingnya Sinergi Kebangsaan dan Keagamaan

oleh Editor : Affandy
28 Juli 2026
Dua Hari Arungi Laut Demi LCC Empat Pilar, Pelajar Pulau Taliabu Tuai Apresiasi Wakil Gubernur Maluku Utara
Nasional

Dua Hari Arungi Laut Demi LCC Empat Pilar, Pelajar Pulau Taliabu Tuai Apresiasi Wakil Gubernur Maluku Utara

oleh Editor : Affandy
28 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

KERUSAKAN HEBAT: Bangunan pusat perbelanjaan mengalami kerusakan pasca gempa magnitudo 7,1 pada Selasa (28/7/2026). (Foto: REUTERS/KYODO)

Para Korban Gempa Kumamoto Terjebak di Reruntuhan Bangunan

28 Juli 2026
LCC Empat Pilar MPR RI

Saadiah Uluputty: Semangat Pelajar Kepulauan Aru Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI Layak Jadi Teladan

28 Juli 2026
IKEA

IKEA Ajak Masyarakat Tata Ulang Ruang Rumah Lewat Kampanye “Luangkan Ruang”

28 Juli 2026
Adira Finance

Adira Finance Berangkatkan Pemenang Program Umrah untuk Sahabat 2026, Diikuti Lebih dari 690 Ribu Konsumen

28 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4099 shares
    Share 1640 Tweet 1025
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    611 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Subsidi Motor Listrik 2026 Bikin Harga Makin Terjangkau, Ada yang Mulai Rp6 Jutaan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya