Koranindopos.com – JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai Selasa (21/7/2026) melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT. Program sekolah unggulan ini hadir sebagai upaya pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas dengan fasilitas modern yang terintegrasi antara jenjang SMP dan SMA.
Pada tahap awal, SNT dibuka di 17 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor dan wilayah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Setiap sekolah menyediakan dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan SMA, masing-masing berisi 20 siswa, sehingga daya tampung mencapai 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA di setiap lokasi.
Program SNT ditujukan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dan sebelumnya telah diterima di sekolah negeri maupun swasta.
Calon peserta juga harus berasal dari wilayah tempat SNT berada. Sebagai contoh, SNT yang berlokasi di Kabupaten Kupang hanya menerima calon siswa yang berdomisili di Kabupaten Kupang.
Sistem ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk memperoleh akses pendidikan dengan fasilitas unggulan tanpa harus berpindah ke daerah lain.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa SNT tidak hanya menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu kawasan, tetapi juga mengintegrasikan seluruh proses pendidikan agar berlangsung secara berkesinambungan.
Menurutnya, integrasi tersebut mencakup proses pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan bakat, pemanfaatan fasilitas bersama, hingga sistem penjaminan mutu pendidikan.
Dengan pendekatan tersebut, perkembangan peserta didik diharapkan dapat dipantau dan dibimbing secara lebih menyeluruh sejak memasuki SMP hingga menyelesaikan pendidikan di SMA.
Selain itu, kurikulum SNT dirancang dengan memperkaya pembelajaran melalui bahasa asing, teknologi digital, wawasan global, budaya nasional, kearifan lokal, serta potensi unggulan setiap daerah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI), Gogot Suharwoto, mengatakan seluruh fasilitas di SNT dirancang untuk mendukung tumbuh kembang siswa sekaligus mengembangkan minat dan bakat mereka.
Beberapa fasilitas unggulan yang akan tersedia di setiap Sekolah Nasional Terintegrasi meliputi:
1. Smart Classroom dan Green School
Ruang kelas dirancang ramah lingkungan, aman bagi siswa, serta mendukung berbagai metode pembelajaran modern. Kelas juga dilengkapi teknologi digital yang menunjang proses belajar mengajar.
2. Laboratorium Berstandar Dunia
SNT akan memiliki berbagai laboratorium dengan standar internasional, meliputi:
- Laboratorium Biologi, Fisika, Kimia, dan Bioteknologi.
- Laboratorium Komputer dan Artificial Intelligence (AI).
- Laboratorium Bahasa.
- Area praktik pertanian, peternakan, serta pengembangan keterampilan.
3. Future Library and Learning Commons
Perpustakaan modern dilengkapi akses ke jurnal elektronik internasional, ruang diskusi, serta area co-working yang mendukung kolaborasi dan riset siswa.
4. Creative Arts and Studio
Untuk mengembangkan kreativitas siswa, sekolah menyediakan:
- Studio musik tradisional dan modern.
- Studio seni rupa.
- Studio tari dan teater.
- Auditorium multifungsi.
5. Teacher’s Innovation Hub
Fasilitas khusus bagi guru ini dirancang sebagai ruang kolaborasi dengan konsep co-working, sistem digital, dan pusat pelatihan tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
6. International Sport Center
SNT juga dilengkapi fasilitas olahraga yang memadai, antara lain:
- Lapangan sepak bola.
- Lapangan basket.
- Kolam renang.
- Lintasan atletik (track and field).
- Gedung olahraga multifungsi untuk tenis, bulu tangkis, voli, dan cabang olahraga lainnya.
Karena SNT akan melayani wilayah kabupaten maupun kota dengan cakupan cukup luas, aspek transportasi menjadi perhatian pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto meminta agar siswa yang rumahnya berada cukup jauh dari lokasi sekolah memperoleh dukungan transportasi agar tetap dapat bersekolah dengan aman dan nyaman.
Menteri Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema, termasuk penyediaan bus sekolah atau fasilitas transportasi lainnya untuk mengakomodasi kebutuhan siswa.
Melalui Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah berharap lahir generasi muda yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan jati diri bangsa. Dengan dukungan fasilitas modern, kurikulum berbasis teknologi, serta penguatan karakter dan budaya Indonesia, SNT diharapkan menjadi model pendidikan unggulan yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(dhil/dtk)










