koranindopos.com, JAKARTA – Penghargaan Achmad Bakrie kembali digelar tahun ini untuk ke-21 kalinya, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan karya luar biasa putra-putri Indonesia di berbagai bidang. Ajang tahunan yang diinisiasi oleh Keluarga Bakrie ini bertujuan mengapresiasi kontribusi nyata yang memberi manfaat besar bagi kemajuan bangsa, bahkan dunia.
Diselenggarakan oleh Bakrie Untuk Negeri bersama Universitas Bakrie, Freedom Institute, dan VIVA Group, Penghargaan Achmad Bakrie digelar rutin setiap bulan Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2003, total penghargaan telah diberikan kepada 96 penerima, termasuk 5 tokoh penerima penghargaan tahun ini.

Aninditha Anestya Bakrie (Ditha), kembali memimpin sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Penyelenggara Penghargaan Achmad Bakrie di tahun ini. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan independen oleh dewan juri yang berkompeten.
“Sejak awal, kami berkomitmen menjaga integritas penghargaan ini melalui proses seleksi yang ketat dan independen. Para penerima tahun ini dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh dengan latar belakang keilmuan, pengalaman, dan kepakaran yang sangat beragam dari akademisi, ilmuwan, seniman, hingga praktisi kebijakan publik,” jelas Ditha.
“Keberagaman perspektif ini memperkaya proses kurasi dan memastikan bahwa para penerima benar-benar orang yang sudah konsisten memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.”
Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie XXI diketuai oleh Prof. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. (Rektor Universitas Bakrie), dengan anggota yang terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka seperti:
- Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEANEng. (Rektor UGM 2017-2022 dan Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022).
- Laksana Tri Handoko, M.Sc. (Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, yang juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2008).
- NongDarol Mahmada (Freedom Institute).
- dr. Fasli Jalal, Sp.GK, Ph.D. (Rektor Universitas YARSI dan Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2011).
- Jajang Noer (Seniman Terkemuka Indonesia).
- Tri Andika, S.Sos., M.A., Ph.D. (Wakil Rektor II Universitas Bakrie).
- YoseRizal Damuri, D (Direktur Eksekutif CSIS)
Mereka memilih lima penerima berdasarkan integritas, dampak jangka panjang, dan pengaruh terhadap masyarakat luas.
Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
1. PEMIKIRAN SOSIAL
Muhammad Chatib Basri, S.E., M.Ec.Dev, Ph.D.
Ekonom yang pemikiran dan karya intelektualnya berperan penting dalam memperkuat fondasi kebijakan fiskal Indonesia.
2. SENI DAN BUDAYA
Virgiawan Listanto “Iwan Fals”
Maestro legendaris yang menggubah lirik dan musik sebagai cermin suara hati publik. Karya-karyanya yang monumental memotret realitas sosial masyarakat dan menginspirasi lintas generasi.
3. SAINS & TEKNOLOGI
Adi Rahman Adiwoso
Pelopor teknologi satelit nasional yang menghubungkan masyarakat hingga pelosok Indonesia melalui akses komunikasi digital.
4. KESEHATANProf. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR
Guru besar pulmonologi dan kedokteran respirasi yang berkontribusi besar dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dan pasca pandemi di Indonesia.
5. PENGHARGAANKHUSUS: Lifetime Achievement
Prof. Dr. Saparinah Sadli
Seorang pejuang HAM dan gender, Ketua Komnas Perempuan pertama, dan memiliki dedikasi dalam memperjuangkan kesetaraan dan martabat perempuan.
Prof. Sofia W. Alisjahbana, Ketua Dewan Juri, menyampaikan:
“Setiap tahun, tugas kami adalah menemukan sosok-sosok yang tak hanya berhasil secara profesional, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat luas.”
“Para penerima tahun ini membuktikan bahwa ilmu, seni, dan perjuangan sosial yang dilakukan dengan integritas dan ketulusan tetap relevan dalam membangun masa depan bangsa.”
Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XXI: Rabu, 27 Agustus 2025
Sebagai bagian dari tradisi, sebelum malam puncak penghargaan, para penerima akan mengikuti sesi ramah-tamah dengan Keluarga Bakrie. Sementara acara penganugerahan akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Malam penganugerahan akan dipandu oleh Andromeda Mercury dan Maria Assegaf, dengan penampilan spesial dari Segara Banyu Bening, Adera, Uap Widya, Ebiet G. Ade, serta iringan musik dari Magenta Orchestra dan Trove Music, dan koreografi dari JLDC.
Masyarakat dapat menyaksikan acara ini melalui tayangan di:
tvOne – Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 20.00 WIB
ANTV – (jadwal menyusul)
Instant win games deliver a result immediately with no spinning reels or dealt cards. Scratch cards, crash games and quick draw titles all share that structure, appealing to players who want short sessions rather than extended play at a single game.
Games That Resolve Immediately
Return percentages on instant titles often sit below those of mainstream slots, though the format makes stakes and outcomes unusually transparent. Players comparing what is available across operators can Slotlair casino and review return figures by category. Crash games in particular reward a predetermined exit point, since the decision to cash out belongs entirely to the player.
| Game Type | Session Length |
|---|---|
| Scratch card | Seconds |
| Crash | Under a minute |
| Quick draw | 1 to 2 minutes |
- Check published return percentages before playing
- Decide a cash out point in advance on crash titles
Because each round takes seconds, the number of rounds in a session climbs faster than most players notice. Counting rounds is therefore more useful than watching a balance. Keep the session short, which is what the format is actually designed for.










