Selasa, 13 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Pentingnya Literasi di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Editor : Hana oleh Editor : Hana
28 Mei 2023
in uncategorized
A A
0
Pariwisata

Cover: Ilustrasi pemandu wisata sedang bercerita ke turis mancanegara (Shutterstock/Galih Yoga Wicaksono)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, sudah seharusnya kita sadar pentingnya pendidikan bagi masa depan. Tak hanya bagi diri sendiri, pendidikan juga berperan penting dalam mendukung kemajuan Indonesia. Terutama dalam mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia.

Dukungan tersebut bisa dimulai dari literasi yang baik dalam sektor parekraf. Sebab, dengan memiliki literasi yang mumpuni, berfungsi untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Indonesia kepada seluruh wisatawan mancanegara. Bahkan, literasi menjadi salah satu rencana strategi promosi wisata berbasis storytelling.

Tanpa disadari, mengusung konsep wisata storytelling atau storynomics tourism menjadi salah satu pendekatan dalam mengenalkan latar belakang destinasi wisata di Indonesia melalui cara yang menyenangkan. Dengan begitu, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan Indonesia secara langsung.

Penerapan Literasi dalam Sektor Parekraf

Artikel Terkait

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

Mungkin Sobat Parekraf masih bertanya-tanya, apa itu konsep storynomics tourism? Lalu, apa kaitannya antara pentingnya literasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan konsep storynomics tourism di Indonesia?

Singkatnya, storynomics tourism adalah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, dan menggunakan kekuatan budaya untuk mengenalkan suatu destinasi. Nantinya, pendekatan ini membangun imajinasi wisatawan akan sebuah objek wisata.

Storytelling memiliki potensi yang sangat besar dalam mengenalkan pariwisata di Indonesia. Pasalnya, pendekatan storytelling dapat memberikan makna tersendiri bagi setiap destinasi. Biasanya, storytelling dimulai dengan memberikan cerita lisan terkait budaya atau kepercayaan yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Termasuk salah satunya cerita legenda yang dipercayai di suatu daerah.

Pentingnya%20Literasi%20Pariwisata%20dan%20Ekonomi%20Kreatif Shutterstock%201871300077 Odua%20Images - Pentingnya Literasi di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Ilustrasi: Dengan storytelling yang baik dapat mempromosikan produk ekraf (Shutterstock/Odua Images)

Di sisi lain, pendekatan storytelling juga digunakan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk ekonomi kreatif (ekraf). Melalui storytelling, nantinya pelaku ekraf dapat mengangkat nilai budaya atau filosofi dari produk-produk kreatif mereka. Sehingga, dapat memberikan nilai emosional antara produk dengan pembeli.

Oleh sebab itu, keberhasilan storytelling ini ada pada pelaku parekraf. Itu mengapa, seluruh pelaku parekraf harus lebih sadar akan pentingnya literasi, agar dapat menyampaikan cerita atau storytelling dengan baik. Sehingga, dapat meningkatkan awareness dan experience wisatawan terhadap suatu destinasi wisata maupun produk ekraf.

Literasi Digital Tingkatkan Kualitas Pariwisata di Indonesia

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini mendorong seluruh pelaku parekraf untuk lebih berinovasi. Salah satunya dengan mengenalkan Indonesia melalui literasi digital. Sebab, kemajuan literasi digital menjadi salah satu cara menjembatani antara dunia digital dan pariwisata.

Tak sekadar belajar bercerita dengan baik, pelaku parekraf juga harus mengembangkan storytelling gaya konvensional ke platform digital. Baik itu menyampaikan cerita secara visual, audio, photo caption, atau bahkan kombinasi antara ketiganya. Dengan begitu, nilai dari setiap cerita yang disampaikan dapat diterima wisatawan.

Dalam jangka panjang, literasi digital memiliki peran sangat besar dalam meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi para pelaku industri kreatif di sekitar daerah wisata.

Jadi, jangan sepelekan literasi dalam berbagai sektor, ya, Sob!

 

Topik: Ekonomi KreatifPariwisata

TerkaitBerita

uncategorized

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

oleh Admin
13 Oktober 2026
uncategorized

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

oleh indra sanjaya
13 Oktober 2026
uncategorized

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

oleh indra sanjaya
13 Oktober 2026
uncategorized

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

oleh Editor : Hairul
13 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

13 Oktober 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

13 Oktober 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

13 Oktober 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

13 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Real Madrid Buang Antonio Rudiger di Musim 2027/2028

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya