Koranindopos.com – Jakarta – Kepolisian telah mengidentifikasi empat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan terhadap seorang pelajar di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Saat ini, penyidik masih memburu para pelaku yang diketahui melarikan diri usai melakukan penyerangan.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah seorang pelajar berusia 16 tahun menjadi korban pembacokan di Jalan Kali Sekretaris, dekat SMPN 101 Kemanggisan, Palmerah, pada Senin (27/7/2026) sore. Korban mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani perawatan medis.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi telah mengantongi identitas keempat pelaku. Proses pengejaran terus dilakukan dengan mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa bermula ketika korban sedang mengantar saudaranya pulang ke rumah menggunakan sepeda motor. Saat melintas di Jalan Kali Sekretaris, mereka hampir bersenggolan dengan rombongan pengendara motor lain.
Tak lama kemudian, salah seorang dari rombongan tersebut mengayunkan senjata tajam ke arah kepala korban. Setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri menggunakan dua sepeda motor. Korban yang mengalami luka di kepala segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung. Selain memburu para pelaku yang telah teridentifikasi, penyidik juga mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut serta memastikan apakah pelaku merupakan bagian dari kelompok tertentu.
Polisi mengimbau para pelaku agar segera menyerahkan diri dan meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan mereka untuk segera melapor kepada aparat. Kerja sama masyarakat dinilai penting guna mempercepat pengungkapan kasus dan mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa di kalangan pelajar.
Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap potensi kekerasan yang melibatkan remaja. Aparat kepolisian bersama pihak sekolah dan orang tua diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah pencegahan agar lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi para pelajar.(Dhil/kmps)




