Koranindopos.com, Jakarta – Para pedagang di Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan cara yang unik dan penuh kebersamaan. Mereka menggelar turnamen olahraga padel di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, sebagai sarana silaturahmi sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Kegiatan olahraga ini sengaja diprakarsai untuk memperkuat jalinan persaudaraan antarpedagang di tengah tantangan ekonomi yang cukup berat. Melalui olahraga padel yang kini tengah digandrungi masyarakat, pengelola dan pedagang berkumpul guna membangun energi positif secara bersama-sama.
Ketua PGMTA, Edy Nop, menegaskan pentingnya kekompakan bagi seluruh komunitas pedagang agar mampu melewati berbagai dinamika perekonomian saat ini.
“Jadi kita sesama pedagang Tanah Abang kumpul di sini semua buat silaturahmi, fun bareng, sehat bareng. Jadi semuanya dapet tuh, sehatnya dapet, kumpulnya dapet gitu. Dan semua kita pikir ini kalau buat semua pedagang Tanah Abang biar bisa solid. Kalau orang bilang kan in this economy kalau gadget bilang ya, tapi kita semua pedagang harus solid. Karena kalau kita solid, apapun yang kita hadapi kita bisa hadapi gitu,” kata Edy Nop di Urban Recquet Club, PIK, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026).
Ajang olahraga ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan internal PGMTA. Penyelenggara mencatat ada sebanyak 84 orang yang terbagi secara berimbang antara peserta laki-laki dan perempuan untuk memperebutkan berbagai hadiah menarik serta dukungan dari para sponsor.
“Total ada 84 peserta. Jadi 42 wanita, 42 pria,” ujar Edy Nop.
Pemilihan cabang olahraga padel didasari oleh popularitasnya yang meningkat pesat serta sifat permainannya yang mengandalkan kebersamaan. Selain itu, kawasan PIK dipilih sebagai lokasi pertandingan lantaran ketersediaan fasilitas lapangan yang memadai dan dekat dengan kediaman sejumlah pedagang.
“Oh, tentu. Kita komunitas di Tanah Abang untuk main Padel, apalagi sekarang kan lagi tren banget ya, tentu banyak. Makanya kenapa kita pilih Padel? Karena lagi sekarang lagi tren. Seperti itu,” ungkap Edy Nop.
Meskipun perayaan diselenggarakan di luar kawasan pasar grosir, pihak pengelola memastikan bahwa keseruan pesta kemerdekaan di area Tanah Abang sendiri tetap berlangsung meriah dengan perlombaan tradisional.
“Sebenarnya di Tanah Abang kita ada bikin acara juga, kayak balap karung segala macam ada. Tapi untuk Padel-nya, karena kita udah survei, emang banyak pedagang Tanah Abang tinggalnya di daerah sini, utara. Nah jadi mereka habis dari toko, langsung balik ke sini tadi, seperti itu,” tambah Edy Nop.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Forza Community bertindak sebagai penyelenggara acara. Ketua Pelaksana PGMTA, Alim Id, menjelaskan bahwa keterlibatan mereka bertujuan untuk memfasilitasi antusiasme pedagang yang ingin merayakan momen kemerdekaan melalui kompetisi yang sportif.
“Ini kan silaturahmi antara pedagang Tanah Abang ya. Jadi kita melakukan apa aktivitas untuk perlombaan menyambut kemerdekaan khususnya pedagang-pedagang. Dan kita Forza Community sebagai organizer-nya untuk acara ini,” papar Alim Id.
Tingginya minat para anggota membuat kuota pendaftaran yang dibuka langsung terisi penuh hanya dalam kurun waktu satu minggu. Panitia bahkan harus membatasi jumlah pendaftar karena keterbatasan kapasitas lapangan yang tersedia di lokasi.
“Udah full, terus kita gak terima lagi,” tutur Alim Id.
Melalui turnamen padel ini, interaksi antarpedagang yang sebelumnya hanya sebatas kenal di area pertokoan kini berkembang menjadi hubungan persaudaraan yang erat. Pihak penyelenggara pun berencana menggelar agenda serupa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.
“Mengikat persaudaraan, untuk mengundang relasi juga kan. Tadi kita di toko nih cuman lihat kenal-kenal gak kenal gitu ya, terus sekarang ketemu di Padel jadi main, jadi bareng. Nah, siapa tahu jadi akrab gitu ya,” tutup Alim Id. (BRG/Hend)










