Koranindopos.com, Jakarta – Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) mengangkat sisi kehidupan Buya Hamka ketika masih mencari jati diri, menghadapi persoalan keluarga, dan menentukan arah hidupnya. Kisah tersebut dinilai dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam pemutaran khusus film tersebut yang dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya Erick Yusuf, Ustadz Dery Sulaiman, dan Ustadz Jojo.
Erick Yusuf mengajak masyarakat menyaksikan film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 19 November 2026 itu. Menurutnya, cerita yang diangkat memiliki sejumlah pesan positif yang dapat dipelajari penonton.
“Saya mengajak ya semua masyarakat untuk mengapresiasi, untuk ikut menonton film Buya Hamka volume yang ketiga ini ya, sekuel yang ketiga. Mengapa? Karena pertama di dalam film ini itu jelas banyak sekali pesan-pesan yang sangat bagus ya,” ujar Erick Yusuf.
Dalam film ini, Buya Hamka digambarkan sebagai manusia yang juga menjalani proses pencarian jati diri. Pengalaman menghadapi perbedaan pandangan dan persoalan kehidupan menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya.
Vino G. Bastian, pemeran Buya Hamka, mengatakan tantangan memerankan tokoh tersebut bukan hanya menghadirkan sosok ulama dan sastrawan yang dikenal luas masyarakat, tetapi juga memahami sisi manusiawinya.
“Bagi saya, memerankan Buya Hamka bukan hanya tentang menghadirkan sosok yang dikenal sebagai ulama dan sastrawan besar. Ada perjalanan manusia yang harus dipahami di baliknya. Hamka juga pernah menghadapi persoalan, perbedaan pandangan, dan proses pencarian jati diri. Saya berharap film ini bisa membuat penonton, terutama anak-anak muda, melihat bahwa setiap orang memiliki prosesnya masing-masing untuk menjadi lebih baik,” ujar Vino.
Desy Ratnasari, yang turut membintangi film tersebut, juga menilai perjalanan hidup Buya Hamka penting diperkenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, pencapaian seseorang tidak terlepas dari perjuangan, kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan prinsip hidup yang dijaga.
“Menurut saya, kisah Buya Hamka sangat penting untuk dikenalkan kepada generasi muda. Kita bisa belajar bahwa untuk menjadi seseorang yang memiliki manfaat bagi banyak orang, ada proses panjang yang harus dijalani. Ada perjuangan, ada kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan ada nilai-nilai kehidupan yang harus terus dijaga. Semoga film ini bisa menginspirasi anak-anak muda untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Donny Damara melihat film sebagai sarana untuk mengenalkan sejarah melalui pengalaman hidup tokoh yang diceritakan. Dengan begitu, penonton diharapkan tidak hanya mengetahui nama dan pencapaian seseorang, tetapi juga memahami proses yang membentuk kehidupannya.
“Film memiliki kemampuan untuk membawa penonton masuk ke dalam sebuah perjalanan kehidupan. Lewat kisah Buya Hamka, kita diajak memahami bahwa ada proses, perjuangan, dan pengalaman yang membentuk seseorang. Saya berharap film ini bisa membuat masyarakat semakin tertarik mengenal sejarah bangsa dan mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan hidup tokoh yang kita ceritakan,” ungkap Donny.
Melalui Hamka: Awal Mula (Vol. 3), penonton diajak mengenal perjalanan Buya Hamka dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini diharapkan dapat memperkenalkan nilai ketekunan, pentingnya ilmu, hubungan keluarga, dan usaha untuk memberi manfaat kepada orang lain kepada generasi penerus.
Hamka: Awal Mula (Vol. 3) akan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. (BRG/Kul)




