koranindopos.com – Jakarta. Berdasarkan informasi dari detikcom melalui kanal detikJateng, banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Air meluap ke permukiman warga setelah sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang meningkat akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang, Endro P Martanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu hujan yang turun merata di wilayah Kota Semarang.
“Hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Kota Semarang, dan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga aliran air meluap dan menggenangi area permukiman,” ujar Endro dalam laporannya.
BPBD Kota Semarang mencatat ratusan warga terdampak akibat genangan air yang masuk ke rumah-rumah. Petugas segera melakukan asesmen dan pendataan di lokasi terdampak, sekaligus memantau kondisi warga untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi apabila debit air kembali meningkat.
Sejumlah titik di Tembalang dilaporkan tergenang dengan ketinggian air bervariasi. Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat mengganggu aktivitas masyarakat pada pagi hari.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga di daerah rawan genangan diminta memastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.
Hingga laporan terakhir, kondisi air dilaporkan berangsur surut di beberapa titik, sementara petugas terus bersiaga untuk memastikan situasi tetap terkendali.(afy)










