Koranindopos.com – JAKARTA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis pada awal September 2026 menunjukkan adanya perbedaan cukup besar dalam kemampuan matematika siswa berusia sekitar 15 tahun di berbagai negara.
PISA merupakan penilaian internasional yang mengukur kemampuan siswa dalam matematika, membaca, dan sains. Khusus untuk matematika, penilaian tidak sekadar menguji kemampuan menghafal rumus, tetapi melihat sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan penalaran matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian PISA 2025 melibatkan lebih dari 760.000 siswa di 91 negara, yang secara keseluruhan mewakili sekitar 33 juta anak berusia 15 tahun di seluruh dunia.
Setiap bidang penilaian menggunakan skala skor hingga 1.000 poin. Dalam bidang matematika, sejumlah negara dan wilayah Asia mendominasi daftar dengan skor tertinggi.
China menjadi negara dengan skor matematika PISA 2025 tertinggi, yakni mencapai 612 poin.
Capaian tersebut menempatkan China cukup jauh di atas Singapura yang berada di posisi kedua dengan skor 563 poin.
Makau berada di peringkat ketiga dengan skor 549 poin, disusul Taiwan dengan 546 poin. Jepang melengkapi lima besar dengan skor 525 poin.
Dominasi negara dan wilayah Asia terlihat cukup kuat dalam daftar teratas. Korea Selatan dan Hong Kong masing-masing mencatatkan skor 522 poin dan menempati posisi keenam bersama.
Estonia menjadi negara Eropa dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. Estonia berada di posisi kedelapan dengan skor 508 poin.
Swiss kemudian berada di peringkat kesembilan dengan skor 499 poin, sedangkan Inggris atau UK menempati posisi ke-10 dengan skor 488 poin.
Berikut daftar negara dan wilayah dengan skor matematika PISA 2025 tertinggi:
- China — 612 poin
- Singapura — 563 poin
- Makau — 549 poin
- Taiwan — 546 poin
- Jepang — 525 poin
- Korea Selatan — 522 poin
- Hong Kong — 522 poin
- Estonia — 508 poin
- Swiss — 499 poin
- UK — 488 poin
Daftar tersebut memperlihatkan bahwa negara dan wilayah Asia mendominasi posisi teratas. Dari 10 posisi tersebut, tujuh berasal dari Asia, sementara tiga lainnya merupakan negara Eropa.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia belum masuk dalam daftar 40 negara dan wilayah dengan skor matematika PISA tertinggi. Skor matematika Indonesia tercatat sebesar 364 poin.
Dengan capaian tersebut, Indonesia berada di posisi ke-78 dari 90 negara yang tercantum dalam pemeringkatan matematika.
Posisi Indonesia juga masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Berdasarkan daftar tersebut, Singapura dan Vietnam menjadi negara Asia Tenggara yang masuk dalam 40 besar.
Perbedaan skor tersebut menunjukkan adanya kesenjangan capaian matematika yang cukup besar antara Indonesia dan negara-negara dengan performa tertinggi dalam PISA.
PISA memiliki pendekatan berbeda dibandingkan ujian matematika yang hanya menguji kemampuan mengingat rumus atau menyelesaikan soal dengan pola tertentu.
Penilaian matematika PISA dirancang untuk melihat kemampuan siswa menggunakan pengetahuan, konsep, dan penalaran matematika dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
Dengan demikian, skor PISA tidak hanya menggambarkan kemampuan siswa mengerjakan soal matematika, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kemampuan mereka menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Hasil PISA 2025 karena itu menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana kemampuan matematika pelajar Indonesia dibandingkan dengan pelajar di negara lain.
Dominasi negara-negara Asia di posisi teratas juga menunjukkan kuatnya capaian matematika di sejumlah sistem pendidikan Asia, sementara Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa agar dapat mengejar capaian negara-negara dengan skor tertinggi.(dhil/dtk)










