Jakarta, Koranindopos.com – Sebanyak 35 peserta (9 perempuan dan 26 laki-laki) dari 34 provinsi se-Indonesia tiba di Surabaya, Jawa Timur pada Senin (30/5) lalu. Kehadiran mereka untuk mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempah yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek bekerja sama dengan TNI AL, pemerintah daerah, hingga komunitas.
Dalam program Muhibah Budaya Jalur Rempah ini akan dilakukan penelusuran titik-titik penting dalam Jalur Rempah Nusantara yang meliputi Surabaya, Makassar, Baubau dan Buton, Ternate dan Tidore, Banda, serta Kupang dengan kapal legendaris KRI Dewaruci. Seluruh peserta (Laskar Rempah) yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan umum mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan umum Jalur Rempah, Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), kemaritiman, Basic Training Safety, serta teknik videografi oleh berbagai narasumber, seperti sejarawan/budayawan, TNI AL, dan videografer.
Kegiatan tersebut juga dilakukan napak tilas jejak Jalur Rempah, seperti kawasan Kota Tua dan Menara Syahbandar yang berada di Surabaya, serta jejak peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto, salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Kegiatan dilanjutkan dengan kembali ke Surabaya untuk menghadiri acara gala dinner bersama Walikota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Pemuda Surabaya
Pelepasan kapal legendaris milik TNI AL, KRI Dewaruci pun dilakukan di Dermaga Madura Tengah, Koarmada II Surabaya. Pelepasan KRI Dewaruci diiringi dengan kesenian khas Jawa Timur, seperti Tari Remo, Tari Dadak Merak, dan Ganong Kecil. Disertai pula dengan ritual Larung Rempah, yakni mengantarkan KRI Dewaruci ke lautan diiringi oleh perahu kora-kora.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek Hilmar Farid, Laksamana TNI Yudo Margono, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bersama dengan KRI Dewaruci, Laskar Rempah akan berlayar ke Makassar dan dijadwalkan akan tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, 4 Juni 2022.
Muhibah Budaya Jalur Rempah sendiri merupakan pelayaran lintas laut menelusuri titik jalur rempah Nusantara. Surabaya menjadi titik napak tilas pertama dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022, selain sebagai basis dari KRI Dewaruci (TNI AL), sekaligus titik lalu lintas perdagangan komoditas rempah di masa lampau.
Pelayaran ini dimulai 1 Juni hingga 2 Juli 2022 dan akan menelusuri 6 titik, di antaranya Surabaya, Makassar, Baubau dan Buton, Ternate dan Tidore, Banda Neira, dan Kupang. Kegiatan pelayaran ini bertujuan untuk melihat narasi sejarah peradaban rempah dari geladak kapal Indonesia.
Diharapkan setelah mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempah, Laskar Rempah yang terdiri dari 149 generasi muda terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dapat terlibat aktif dan turun langsung mengampanyekan Jalur Rempah. (AL)










