Selasa, 8 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

4 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Badan Geologi Ungkap Penjelasan Ilmiahnya

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
8 September 2026
in Nasional
A A
0
4 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Badan Geologi Ungkap Penjelasan Ilmiahnya

Foto: dok. antara

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, beberapa gunung api tercatat mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan.

Pada Minggu (6/9/2026), empat gunung api dilaporkan mengalami erupsi, yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai apakah erupsi sejumlah gunung api dalam waktu hampir bersamaan memiliki keterkaitan satu sama lain.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa fenomena tersebut bukan sesuatu yang aneh. Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan memiliki banyak gunung api aktif.

Artikel Terkait

Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, Nyaris Tertabrak KRL

Indonesia-Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Menhaj Dorong Penerbangan Langsung

Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

“Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami,” tulis Badan Geologi melalui akun Instagram @badan.geologi, Senin (7/9/2026).

Badan Geologi menegaskan, erupsi yang terjadi secara bersamaan tidak otomatis menunjukkan adanya satu fenomena besar yang menghubungkan seluruh gunung api tersebut.

Menurut Badan Geologi, setiap gunung api memiliki karakteristik dan sistem vulkanik masing-masing.

Erupsi juga merupakan bagian dari aktivitas gunung api dan tidak selalu berlangsung dalam skala besar.

Karena itu, hal yang lebih penting untuk diperhatikan bukan semata-mata apakah beberapa gunung api mengalami erupsi pada waktu yang sama, melainkan apakah terjadi perubahan signifikan terhadap pola aktivitas normal masing-masing gunung.

“Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya,” demikian kesimpulan Badan Geologi.

Dengan kata lain, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta menyebabkan Gunung Semeru, Ili Lewotolok, atau Gunung Ibu ikut mengalami erupsi.

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa fenomena erupsi simultan sejumlah gunung api tersebut dapat dilihat dalam konteks dinamika tektonik global di kawasan Ring of Fire.

“Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah ring of fire,” ujar Daryono.

Indonesia berada di zona konvergensi tektonik yang kompleks. Sejumlah lempeng bumi bertemu dan mengalami proses penunjaman di kawasan tersebut, termasuk Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina terhadap Lempeng Eurasia.

Kondisi geologi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif dan aktivitas vulkanik yang dinamis.

Meski empat gunung api mengalami peningkatan aktivitas dalam waktu yang relatif berdekatan, Daryono menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti satu gunung memicu erupsi gunung lainnya.

Secara geologi, tidak terdapat mekanisme berupa satu “jalur pipa” atau jaringan saluran magma bawah tanah yang menghubungkan dapur magma (magma chamber) dari gunung-gunung tersebut.

Setiap sistem vulkanik memiliki kondisi dan proses internalnya masing-masing.

Erupsi yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan lebih berkaitan dengan kondisi masing-masing sistem gunung api yang telah mengalami akumulasi tekanan fluida dan magma hingga mencapai kondisi kritis.

Artinya, kemunculan erupsi pada beberapa gunung api secara bersamaan dapat terjadi sebagai bagian dari dinamika alam tanpa harus disebabkan oleh erupsi di gunung lain.

Perbedaan karakter masing-masing erupsi juga dapat terlihat dari ketinggian kolom abu yang dihasilkan.

Daryono menjelaskan, variasi ketinggian kolom abu mencerminkan perbedaan dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik.

Faktor-faktor tersebut dapat membuat karakter erupsi satu gunung berbeda dengan gunung api lainnya, meskipun waktunya berdekatan.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa erupsi beberapa gunung api dalam waktu bersamaan merupakan tanda adanya satu rangkaian erupsi besar yang saling berkaitan.

Fenomena erupsi bersamaan memang menjadi perhatian karena terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam waktu yang relatif berdekatan. Namun, penjelasan Badan Geologi dan ahli menunjukkan bahwa kondisi tersebut masih dapat dijelaskan melalui karakteristik sistem vulkanik masing-masing serta dinamika tektonik kawasan Cincin Api.

Masyarakat di sekitar gunung api tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi berdasarkan tingkat aktivitas masing-masing gunung.

Informasi resmi dari Badan Geologi, pos pengamatan gunung api, serta pemerintah daerah menjadi rujukan penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi bahaya di setiap wilayah.

Dengan demikian, empat gunung api yang erupsi pada waktu berdekatan bukan berarti saling memicu. Yang perlu menjadi perhatian adalah perubahan aktivitas pada masing-masing gunung serta dampaknya terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana.(dhil/kmps)

Topik: erupsigunung api

TerkaitBerita

Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, Nyaris Tertabrak KRL
Peristiwa

Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, Nyaris Tertabrak KRL

oleh Editor : Affandy
8 September 2026
Indonesia-Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Menhaj Dorong Penerbangan Langsung
Nasional

Indonesia-Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Menhaj Dorong Penerbangan Langsung

oleh Editor : Affandy
8 September 2026
Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Peristiwa

Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

oleh Editor : Anggoro
8 September 2026
KUNJUNGAN KERJA: Anggota DPR RI Melly Goeslaw melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cimahi, Jawa Barat. (FOTO ILUSTRASI: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)
Nasional

BGN Tutup 1.999 SPPG Yang Belum Tersertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi

oleh Editor : Memoarto
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

8 September 2026
IMOS 2026 Kembali Hadir dan Menjadi Surganya Anak Motor

IMOS 2026 Kembali Hadir dan Menjadi Surganya Anak Motor

8 September 2026
Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, Nyaris Tertabrak KRL

Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, Nyaris Tertabrak KRL

8 September 2026
Indonesia-Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Menhaj Dorong Penerbangan Langsung

Indonesia-Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Menhaj Dorong Penerbangan Langsung

8 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya