INDOPOS JAKARTA – Gedung Sarinah akan segera dibuka, Proses renovasi telah masuk tahap akhir. mal pertama di Indonesia rencananya dibuka pada bulan maret tahun 2022 mendatang. Dengan ekosistem dan model bisnis yang baru
Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati menjelaskan, untuk pembangunan sekarang progresnya mencapai 86 persen. Rencana akhir Oktober akan diserahterimakan oleh kontraktor ke Sarinah. Hingga Sarinah punya waktu untuk membuat interior desain dan membuat display-display produk dan nanti di kuartal I Tahun depan (2022) bisa dibuka.
Pusat perbelanjaan Sarinah nantinya akan dibuka dengan Tagline baru, yakni “Panggung Karya Indonesia”. Sarinah, kata dia, nantinya akan menjadi surga bagi produk-produk UMKM dari seluruh Indonesia. Maka itu, agar konsep yang direncanakan bisa berjalan maksimal, manajemen Sarinah pun tidak sembarangan dalam menerima calon tenant. ungkap Fetty usai menerima kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan enam orang wanita milenial yang terpilih dalam program “Girls Take Over”, Selasa (28/9/2021).

“Tenant nya sekarang masih diseleksi, sudah lebih dari 60 persen sampai 70 persen sudah terisi. Tinggal kita finalisasi beberapa tenant yang masih nego harga, nego desain gitu, tapi yang pasti anchor tenant nya sudah konsen semua,” ungkap Fetty.
Ia juga memastikan, seluruh tenant yang memasarkan produknya di Sarinah, wajib mengedepankan brand lokal. “Karena ini konsep yang baru jadi mereka (tenant lama) boleh mendaftar kembali, tapi diseleksi. Jadi ada tenant lama yang ada kembali, misalnya KFC. Nah KFC itu kembali tapi karena kita sekarang mendukung brand lokal, jadi mereka mengganti brand nya jadi jagonya ayam. Jadi disesuaikan, tapi menu nya kombinasi dengan menu ayam lokal, ada ayam geprek, ada ayam sambal mata, disesuaikan dengan konsep Sarinah yang mengedepankan brand lokal,” tegasnya.
Fetty juga memastikan, renovasi yang dilakukan terhadap gedung Sarinah dilakukan dengan tetap menjaga orisinalitas bangunan yang menjadi cagar budaya. Beberapa bangunan yang dahulu pernah ada namun fungsinya berubah, kini dikembalikan lagi sesuai dengan bangunan awalnya, seperti pada relief, kolam pantul, hingga eskalator dan tangga yang menjadi memorabilia. 4 ikon itu yang di pertahankan berdasarkan cagar budaya.
“Fasilitasnya yang baru adalah gedung parkir, itu kami membangun gedung parkir baru dengan kapasitas tigaratusan mobil di area sana, karena area parkir yang dulu dijadikan taman. Dimana taman juga nanti kita pakai untuk event. Misal kita mau bikin bazar, mau bikin night market, mau bikin pekan budaya, menggunakan outdoor space,” pungkasnya.
Sekedar informasi, renovasi terhadap bangunan gedung Sarinah, menelan anggaran sebesar Rp700 miliar. Anggaran tersebut tak hanya digunakan untuk pembangunan fisik gedung saja, melainkan juga untuk interior desain yang diklaim bakal menjadikan Sarinah sebagai Mal berkelas dunia yang dimiliki perusahaan pelat merah. (ery)










