Koranindopos.com, GAZA – Kabar mengejutkan datang dari kantor badan PBB untuk Palestina. Mereka merilis data korban kejahatan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan militer Israel. ”Secara total, sejak 27 Mei, setidaknya 1.373 warga Palestina tewas saat mencari makanan. Sekitar 859 orang tewas di sekitar lokasi pusat distribusi bantuan yang dikelola GHF. 514 orang lainnya di sepanjang rute konvoi bantuan makanan,” ungkap otoritas Kantor HAM PBB untuk Palestina sebagaimana dilansir dari AFP pada Jumat (1/8/2025).
Mahmud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza mengatakan bahwa lima orang di antaranya tewas akibat serangan di dekat Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan. Empat orang lainnya tewas dalam serangan terpisah terhadap sebuah kendaraan di Deir el-Balah, Jalur Gaza bagian tengah. ”Sedangkan dua orang lainnya tewas akibat tembakan pasukan Israel saat mereka menunggu bantuan di dekat pusat distribusi makanan yang dikelola oleh GHF di area antara Khan Younis dan Rafah pada Jumat (1/8/2025),” ujar Bassal kepada AFP.
Kantor HAM PBB mencurigai tingginya kasus kematian warga Palestina di lokasi titik drop bantuan itu karena ulah Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF). Yayasan tersebut didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penyaluran bantuan oleh GHF itu dilakukan tanpa kerja sama dengan PBB. ”Sebagian besar pembunuhan itu dilakukan oleh militer Israel,” rilis Kantor HAM PBB wilayah Palestina. (dtn/mmr)










