Koranindopos.com, JAKARTA – Salah seorang legenda kuliner tanah air asal Bali, Ni Ketut Ngasti, tutup usia pada Minggu (10/5/2026). Dia meninggal dunia di usia 90 tahun. Mendiang dikenal sebagai Men Jenggo. Dialah sosok pencetus Nasi Djenggo atau Jinggo yang merupakan salah satu kreasi kuliner nusantara.

(Foto: Dok. Pribadi Henry Alexie Bloem)
”Nasi Jinggo dikenal kali pertama di kalangan pekerja dan pemancing di Kawasan Pelabuhan Benoa, Pesanggaran, Denpasar, Bali sejak 1970,” kata Henry Alexie Bloem, anak Men Jenggo kepada awak media.
Chef Bloem –sapaan Henry Alexie Bloem– menceritakan asal usul nama menu Nasi Jinggo. Kala itu, ayahnya, Buddy Alexie Bloem, sangat menggemari film aksi Amerika berjudul Django yang ditayangkan pada tahun 1966. Film koboi itu disutradarai oleh Sergio Corbucci dan dibintangi oleh Franco Nero. ”Ayah selalu meninabobokan saya dengan lagu penghantar tidur. Djenggo jago tembak..Djenggo jago tembak…,” ujar Chef Bloem, mengenang.
Chef Bloem melajutkan, saking seringnya ayahnya melantunkan lagu itu, para saudara dekat dan tetangga memanggil dirinya Djenggo. Begitu pun Odah – sapaan nenek di Bali– Men Djenggo. ”Maka ibu (Ni Ketut Ngasti, Red) dipanggil orang orang dengan panggilan Meme Djenggo/MenDjenggo yang artinya ibunya Djenggo,” bebernya. Sejak saat itu pula, lanjut Chef Bloem, nasi bungkus buatan ibunya dikenal luas dengan sebutan Nasi Djenggo atau Nasi Jinggo. Chef Bloem sendiri merupakan chef tersohor asal Bali. Namanya popular melalui Indonesian Chef Association (ICA). (rls/why/mmr)










