Koranindopos.com, Jakarta – Industri kuliner Tanah Air bersiap menyambut perhelatan akbar tahunan yang paling dinanti. Indonesian Chef Association (ICA) secara resmi mengumumkan kembali digelarnya Chef Expo 2026. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 6 hingga 9 Mei 2026, dengan mengambil lokasi strategis di NICE PIK 2.
Perhelatan ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan menjadi salah satu titik temu terbesar bagi para pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia. Selama empat hari, lokasi acara akan disulap menjadi pusat kreativitas yang menghadirkan pameran produk, demo masak dari para ahli, hingga ajang kompetisi bagi para chef profesional maupun kategori junior untuk unjuk gigi.
Presiden ICA, Chef Santo, menegaskan bahwa penyelenggaraan acara tahun ini membawa misi penting bagi keberlanjutan warisan budaya bangsa. Fokus utama dari acara ini tetap konsisten pada edukasi masyarakat serta promosi kekayaan rasa khas Nusantara ke ranah yang lebih luas melalui tangan-tangan kreatif para juru masak profesional.
“Komitmen untuk terus melestarikan kuliner Indonesia menjadi motivasi kuat bagi ICA untuk terus menyelenggarakan Chef Expo dari tahun ke tahun,” ujarnya saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).
Kemeriahan Chef Expo 2026 dipastikan akan meningkat berkali lipat dengan kehadiran deretan pesohor kuliner papan atas Indonesia. Nama-nama besar seperti Chef Juna, Chandra Yudasswara, legenda kuliner Sisca Soewitomo, Chef Axhiang, Chef Mutho, Yongki Gunawan, hingga Rieta Amilia atau Mama Rieta dipastikan akan ikut meramaikan panggung utama.
Salah satu sesi yang paling mencuri perhatian dan ditunggu-tunggu oleh pengunjung adalah penampilan Chef Juna dalam demo masak pada hari terakhir, Sabtu, 9 Mei 2026. Meski jadwal telah ditetapkan, sang chef yang dikenal dengan komentar pedasnya ini justru memilih untuk tetap merahasiakan menu yang akan disajikannya nanti sebagai elemen kejutan bagi para penonton.
“Masak apa saya sendiri belum tahu. Itu surprise nanti. Yang penting disuguhkan dengan Sensa Table Top,” ujarnya santai.
Selain unjuk kebolehan dalam mengolah bahan makanan di atas panggung, Chef Juna juga memegang tanggung jawab besar sebagai juri dalam kompetisi Black Box Challenge. Kompetisi ini menuntut kreativitas tinggi karena peserta dipaksa berpikir cepat dalam mengolah bahan-bahan rahasia yang tersimpan di dalam kotak misterius tanpa persiapan matang sebelumnya.
“Kriterianya sama. Mereka mendapatkan boks yang belum tahu isinya apa. Isinya sama juga, boksnya sama,” jelasnya.
Tidak berhenti di situ, panitia juga telah menyiapkan berbagai kategori lomba menarik lainnya guna menjaring talenta baru. Untuk kategori profesional dan junior, tersedia kompetisi Indonesian Main Course yang mencakup pengolahan Red Meat dan Seafood, serta lomba estetika seperti Modern Plated Dessert, Cake Decoration, hingga seni memahat buah atau Fruit Carving.
Hal baru yang menjadi sorotan pada tahun ini adalah hadirnya kategori kompetisi Rijsttafel. Kategori ini sangat spesial karena mengangkat kembali konsep penyajian hidangan Indonesia bersejarah dengan standar penilaian yang sangat ketat. Tim juri yang akan menilai kompetisi ini pun tidak main-main, salah satunya adalah Henry Alexie Bloem yang memiliki rekam jejak mumpuni di restoran berstandar Michelin Star di Belanda.
Kehadiran Chef Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang kompetitif, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, ICA berupaya memperkuat posisinya sebagai penggerak utama dalam menjaga kelestarian cita rasa lokal di tengah gempuran tren kuliner modern. (BRG/Hend)










