Koranindopos.com, JAKARTA – Julian Alvarez menjalani malam kontras saat Atletico Madrid menghadapi Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions. Dia terlibat langsung dalam sejumlah momen penting, mulai dari blunder hingga gol penyeimbang.
Meski begitu, perhatian terbesar justru datang dari cedera pergelangan kaki yang dialaminya menjelang akhir laga. Kondisi ini membuat Atletico cemas, mengingat peran vital Alvarez dalam skema serangan tim.
Kini, fokus beralih pada pemulihan sang striker jelang leg kedua di London pekan depan. Penampilan Julian Alvarez di laga ini benar-benar mencerminkan istilah “rollercoaster”. Ia menjadi pusat permainan Atletico sejak menit awal dengan pergerakan dinamis dan kemampuan membaca ruang.
Peluang pertama Atletico bahkan datang dari dirinya, lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang memaksa David Raya melakukan penyelamatan penting. Alvarez juga sempat mendapatkan peluang lewat sundulan, meski belum tepat sasaran.
Kendati demikian, menjelang turun minum, situasi berubah drastis. Sundulan yang salah arah justru mengarah ke Martin Zubimendi dan berujung pada penalti untuk Arsenal yang dieksekusi oleh Viktor Gyokeres.
Selepas jeda, Alvarez menunjukkan mentalitas kuat. Ia tetap aktif dalam membangun serangan dan beberapa kali mengancam pertahanan lawan, termasuk lewat tendangan bebas yang sempat mengecoh publik stadion. Momentum kebangkitan Atletico datang saat tim mendapatkan penalti setelah bola tembakan Marcos Llorente mengenai tangan Ben White.
Alvarez maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Raya. Gol tersebut menjadi gol ke-10-nya di Liga Champions musim ini, menjadikannya pemain Atletico pertama yang mencapai dua digit gol dalam satu edisi kompetisi.
Di tengah performa impresif itu, masalah datang pada menit-menit akhir. Alvarez terjatuh sambil memegangi pergelangan kaki usai mendapat tekel keras dari Declan Rice. Situasi ini sempat memicu protes dari kubu Atletico karena tidak ada pelanggaran yang diberikan. Meski sempat melanjutkan permainan, Alvarez kembali terjatuh setelah benturan lain dan akhirnya harus ditarik keluar.
Kehilangan Alvarez terasa signifikan. Atletico tetap menekan, tetapi gagal memaksimalkan peluang terbaik yang didapat Ademola Lookman di masa tambahan waktu. Laga ini kembali menegaskan betapa pentingnya Alvarez bagi Atletico. Ia mencatat enam tembakan, dua tepat sasaran, serta 49 sentuhan bola selama berada di lapangan.
Kontribusinya musim ini juga sangat besar. Ia telah mencetak 20 gol dan sembilan assist dari 48 pertandingan di semua kompetisi. Produktivitas di Liga Champions bahkan lebih menonjol. Sepuluh gol dalam 14 pertandingan menunjukkan konsistensi luar biasa di level tertinggi Eropa. (bola.net/mmr)










