Koranindopos.com, Jakarta – Menjelang penayangan film animasi Panji Tengkorak, rumah produksi Falcon Pictures menghadirkan kejutan musikal yang memadukan dua ikon lintas generasi: Iwan Fals dan Isyana Sarasvati. Keduanya dipercaya membawakan ulang lagu legendaris “Bunga Terakhir” ciptaan Bebi Romeo, yang kini dihidupkan kembali sebagai lagu tema utama film tersebut.
Panji Tengkorak, yang dikenal sebagai tokoh pendekar terkutuk karena ilmu hitam dan kehilangan cinta sejatinya, menemukan perwakilan emosinya dalam aransemen baru lagu tersebut. Melalui vokal Iwan dan Isyana, kisah tragis Panji mendapat nyawa baru yang dipenuhi luka dan harapan yang tak terjangkau.
Frederica, selaku produser Falcon Pictures, mengungkapkan bahwa pemilihan lagu dan penyanyinya merupakan keputusan yang sangat personal dan penuh pertimbangan.
“Kami ingin soundtrack Panji Tengkorak tidak hanya mendukung cerita, tapi juga berbicara langsung ke hati penonton. Lagu Bunga Terakhir adalah simbol dari jiwa Panji yang hilang arah karena cinta dan rasa bersalah. Menurut kami, hanya Iwan Fals dan Isyana yang bisa menyampaikan kedalaman itu. Ini lagu untuk mereka yang pernah kehilangan. Selain itu, suara Isyana dan Iwan Fals menyatu dalam harmoni yang menghanyutkan pertemuan dua generasi,” kata Frederica.
Bagi Iwan Fals, proyek ini membangkitkan kenangan dan luka pribadi yang pernah ia rasakan. Ia tak sekadar menyanyikan lagu, tapi juga menumpahkan perasaan duka yang masih tertanam dalam dirinya.
“Ketika ditawari untuk menyanyikan Bunga Terakhir bersama Isyana, saya langsung tergerak. Kebetulan, beberapa tahun sebelum lagu ini meledak, anak saya, adik saya, ayah saya meninggal, jadi buat saya lagu ini menyentuh. Dan saat dikaitkan dengan kisah Panji yang tragis, rasanya semakin dalam. Ini bukan sekadar nyanyi, tapi menyampaikan rasa duka yang tertanam di jiwa,” ujar Iwan Fals.
Isyana Sarasvati pun menyambut kolaborasi ini dengan antusias, meski menyadari tantangan besar yang diembannya. Ia telah mengenal lagu Bunga Terakhir sejak kecil, dan merasa terhormat diberi kesempatan untuk menanamkan interpretasi emosionalnya sendiri dalam versi terbaru.
“Aku sudah tahu lagu ini dari aku kecil. Aku merasa ini salah satu lagu balads Indonesia yang bagus banget secara karya, secara lirik, secara aransemen itu originali sudah kawin dan nyawanya tuh menyala banget. Ini PR banget, apalagi menaruh nyawa di lagu yang sudah ada. Aku sih terimakasih banget dikasih kesempatan ini, semoga versi baru ini, pesannya juga sampai ke penonton, dan memberikan energi juga buat film Panji Tengkorak, saya merasa terhormat,” tambah Isyana.
Film Panji Tengkorak sendiri akan menampilkan jajaran pengisi suara papan atas seperti Denny Sumargo sebagai Panji, bersama Aghniny Haque, Donny Alamsyah, Cok Simbara, Nurra Datau, Revaldo, Donny Damara, Prit Timothy, dan Tanta Ginting. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 28 Agustus 2025.
Sementara itu, versi baru dari lagu “Bunga Terakhir” akan dirilis secara digital pada 7 Agustus 2025 di seluruh platform musik, lengkap dengan video klip eksklusif yang menampilkan potongan adegan emosional dari film Panji Tengkorak. (Brg/kul)










