koranindopos.com – Jakarta. Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memiliki sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelang kemungkinan digelarnya pertemuan kedua pemimpin tersebut. Pertemuan ini disebut-sebut bisa menjadi titik awal penyelesaian perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun terakhir.
Mengutip laporan Reuters, Jumat (22/8/2025), tiga sumber yang memahami dinamika internal Kremlin mengungkapkan bahwa Putin ingin memastikan posisi strategis Rusia tetap terjaga dalam konflik tersebut.
Menurut sumber tersebut, ada beberapa poin utama yang menjadi tuntutan Putin kepada Zelensky, di antaranya:
-
Penyerahan wilayah Donbas timur sepenuhnya kepada Rusia.
-
Menghentikan ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO, yang sejak awal menjadi salah satu alasan ketegangan Moskow–Kyiv.
-
Menetapkan status netral Ukraina dalam politik global.
-
Menjauhkan pasukan Barat dari wilayah Ukraina, baik dalam bentuk kehadiran militer maupun fasilitas pertahanan.
Walau hingga kini belum ada kepastian soal jadwal pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky, kabar mengenai tuntutan ini kembali menegaskan posisi keras Moskow dalam konflik. Pihak Ukraina sendiri, di bawah kepemimpinan Zelensky, masih menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah tetap menjadi harga mati dalam setiap negosiasi.
Perang Rusia–Ukraina yang pecah sejak Februari 2022 telah membawa dampak besar, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas global. Isu energi, pangan, hingga geopolitik internasional terus terpengaruh oleh konflik berkepanjangan ini.
Sejumlah analis menilai, meski ada peluang dialog, tuntutan Rusia yang dianggap terlalu berat bisa menghambat proses negosiasi. Namun, fakta bahwa prospek pertemuan dibicarakan kembali memberi sinyal bahwa diplomasi masih terbuka sebagai jalan keluar dari konflik bersenjata.(Dhil)










