koranindopos.com – Jakarta, Nilai tukar Rupiah pada Selasa (2/9) kembali stabil di level Rp16.400 per dolar Amerika Serikat (AS), pasca gejolak sentimen unjuk rasa. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar dan berupaya mendorong penguatan lebih lanjut.
“Rupiah yang kemarin pagi sempat mencapai Rp16.560, alhamdulillah, hari ini kami bisa stabilkan ke Rp16.400. Kami akan berusaha untuk lebih rendah lagi, kembali ke Rp16.300 dan lebih kuat lagi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Selasa.
Sebelumnya, Rupiah ditutup melemah pada Jumat (29/8) sebesar 147 poin atau 0,90 persen menjadi Rp16.500 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.353 per dolar AS.
Perry menegaskan, BI terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan pasar keuangan. “Likuiditas telah ditingkatkan dan kondisi pasar keuangan berjalan baik. Stabilitas sistem keuangan juga terjaga melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan eksternal Indonesia masih solid. Hal ini tercermin dari surplus neraca perdagangan yang berlanjut, arus masuk modal asing yang kondusif, serta cadangan devisa besar mencapai 152 miliar dolar AS.
Untuk menjaga stabilitas Rupiah, BI juga melakukan berbagai langkah intervensi, baik melalui Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
“Komitmen BI adalah menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap stabil dan bergerak menguat, sejalan dengan fundamental ekonomi yang membaik, surplus neraca perdagangan yang berlanjut, aliran modal asing yang terus masuk, serta cadangan devisa yang tetap memadai,” tegas Perry. (hai)










