koranindopos.com – Jakarta. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren dengan mengembangkan madrasah berstandar internasional di Pondok Pesantren Al Ikhlas Assalam, Tangerang. Rencananya, lembaga pendidikan ini akan mengadopsi kurikulum Cambridge agar para santri memiliki daya saing global.
Menurut Menag, penerapan standar internasional penting agar lulusan pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan ke universitas mancanegara tanpa hambatan bahasa maupun akademik.
“Kami bercita-cita menjadikan Ponpes Al Ikhlas terbaik di Tangerang. Nantinya Madrasah Aliyah di sini akan berstandar Cambridge, sehingga santri tidak perlu lagi jauh-jauh tes bahasa Inggris hanya untuk sekolah ke luar negeri,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya pada acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Negeri di Ponpes Al Ikhlas Assalam, Selasa (2/9).
Menag juga menjelaskan perbedaan mendasar antara madrasah dan sekolah umum. Menurutnya, madrasah bukan sekadar tempat transfer ilmu, melainkan ruang pendidikan yang menekankan pembersihan diri (tazkiyah) sebelum proses belajar (ta’lim). “Ilmu yang diperoleh santri di madrasah lebih barokah,” tegasnya.
Ia mencontohkan, guru madrasah biasanya memulai pembelajaran dengan doa, salat sunnah, membaca Al-Fatihah, dan niat tulus agar ilmu yang disampaikan membawa keberkahan. Hal itu, katanya, menjadi salah satu faktor mengapa banyak lulusan madrasah berprestasi di kampus ternama seperti UGM, ITB, maupun Unisma Malang.
Lebih jauh, Menag berharap Ponpes Al Ikhlas Assalam dapat menjadi pusat kaderisasi generasi berilmu dan berakhlak, sekaligus membuka peluang subsidi biaya bagi santri kurang mampu. “Kehadiran pesantren ini adalah tiang penyangga langit. Mari kita perbanyak wirid dan doa agar anak-anak kita sukses dunia dan akhirat,” pungkasnya. (hai)










