Koranindopos.com – JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia terus mengupayakan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru di Indonesia. Upaya ini mencakup percepatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG), pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), hingga peningkatan bantuan insentif bagi tenaga pendidik.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, saat membuka Simposium Guru Nasional Kementerian Agama Tahun 2026 di Jakarta.
Menurut Nasaruddin, pemerintah menargetkan penuntasan sertifikasi bagi ratusan ribu guru dalam waktu singkat. “Kami menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu dua tahun. Anggaran sebesar Rp11,59 triliun telah diproyeksikan untuk memastikan setiap guru yang kompeten segera memiliki sertifikat pendidik dan berhak atas TPG,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa partisipasi guru dalam program PPG mengalami lonjakan signifikan. Jika pada tahun 2024 tercatat sebanyak 29.933 guru mengikuti PPG dalam jabatan, maka pada 2025 jumlahnya melonjak drastis menjadi 206.411 guru—meningkat hingga 700 persen.
Selain fokus pada sertifikasi, Kemenag juga memberikan perhatian khusus kepada guru yang belum tersertifikasi maupun belum melalui proses inpassing. Pemerintah mengusulkan pemberian bantuan insentif dengan standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Untuk program insentif tersebut, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp12,76 triliun, dengan target menjangkau 467.809 guru di seluruh Indonesia.
Data Kemenag menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.157.050 guru binaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 360.632 guru atau sekitar 31,2 persen berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK. Sementara itu, mayoritas lainnya, yakni 796.418 guru atau 68,8 persen, merupakan guru non-ASN.
Sebagian besar guru binaan Kemenag diketahui mengajar di madrasah, dengan jumlah mencapai 655.622 orang.
Melalui berbagai kebijakan ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan berbasis keagamaan dapat terus meningkat, seiring dengan perbaikan kesejahteraan para guru yang menjadi ujung tombak dalam proses pembelajaran.(dhil)
Instant win games deliver a result immediately with no spinning reels or dealt cards. Scratch cards, crash games and quick draw titles all share that structure, appealing to players who want short sessions rather than extended play at a single game.
Games That Resolve Immediately
Return percentages on instant titles often sit below those of mainstream slots, though the format makes stakes and outcomes unusually transparent. Players comparing what is available across operators can Slotlair casino and review return figures by category. Crash games in particular reward a predetermined exit point, since the decision to cash out belongs entirely to the player.
| Game Type | Session Length |
|---|---|
| Scratch card | Seconds |
| Crash | Under a minute |
| Quick draw | 1 to 2 minutes |
- Check published return percentages before playing
- Decide a cash out point in advance on crash titles
Because each round takes seconds, the number of rounds in a session climbs faster than most players notice. Counting rounds is therefore more useful than watching a balance. Keep the session short, which is what the format is actually designed for.






