koranindopos.com, Davos — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menghadapi korupsi dan berbagai pelanggaran hukum secara tegas, terbuka, dan tanpa kompromi. Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyamakan korupsi dengan penyakit yang harus diakui dan dilawan secara serius. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pilihan lain selain menegakkan konstitusi dan supremasi hukum.
“Seperti menghadapi penyakit, kita harus berani mengakui dan melawan korupsi. Tidak banyak yang percaya kami bisa. Tapi kami tidak punya pilihan. Saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” ujar Presiden.
Prabowo mengungkapkan, dalam minggu-minggu awal masa pemerintahannya, negara menemukan penyimpangan besar dalam tata kelola bahan bakar minyak dan minyak mentah. Selain itu, pemerintah berhasil menyita sekitar 4 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal. Penindakan tersebut dilanjutkan dengan pencabutan izin atas 1,01 juta hektare lahan tambahan yang dikuasai oleh 28 perusahaan yang terbukti melanggar hukum, termasuk aktivitas di kawasan hutan lindung.
“Saya menyebut ini bukan ‘usaha bebas’, melainkan greedomics, ekonomi keserakahan. Kita menghadapi praktik ekonomi yang rakus dan merusak,” tegas Prabowo.
Presiden juga menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan dari elite yang berupaya melemahkan negara. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menganggap pejabat negara bisa dibeli.
“Saya menerima laporan bahwa mereka merasa bisa membeli semua pejabat. Saya tantang mereka mencoba membeli pejabat di pemerintahan saya. Mereka akan mendapatkan kejutan besar,” ujarnya.
Hingga kini, pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal dan memperkirakan masih terdapat lebih dari 1.000 lokasi serupa di berbagai daerah. Staf Presiden juga mencatat sekitar 666 korporasi diduga melakukan pelanggaran hukum di berbagai sektor.
“Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada langkah mundur. Rakyat saya menuntut ini. Dan saya akan menepati sumpah saya: membela konstitusi dan menegakkan hukum,” kata Prabowo.
Di sisi lain, Presiden menyampaikan capaian penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia yang kini berada di titik terendah sepanjang sejarah. Ia menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.
“Tidak ada yang lebih terhormat dan memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan. Ini adalah misi hidup saya,” ungkapnya.
Menutup pidatonya, Prabowo membagikan prinsip kepemimpinan yang ia pegang, mengutip nasihat seorang tetua.
“Tugas seorang pemimpin adalah membuat orang miskin dan lemah bisa tersenyum dan tertawa. Jika mereka bisa tersenyum, artinya mereka punya harapan. Itulah misi saya: membuat rakyat Indonesia yang paling lemah, tersenyum,” tutup Presiden. (hai)










