Koranindopos.com, BEIJING–Inggris tidak menggubris celotehan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut berbahaya untuk berbisnis dengan Beijing. Itu ditandai dengan pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Inggris Sir Keir Starmer dan Presiden Tiongkok (China) Xi Jinping.
Pertemuan selama tiga jam tersebut, menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya, Tiongkok akan memangkas tarif wiski Inggris, melonggarkan aturan visa, serta kemajuan dalam akses pasar untuk sektor jasa profesional.
Investasi terbesar dalam kunjungan tersebut justru mengalir ke Tiongkok. Perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca, berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 15 miliar dolar US di Tiongkok, meskipun beberapa investasi kecil Tiongkok di Inggris juga diumumkan. ”Akan sangat gegabah jika kita hanya mengatakan kita akan mengabaikan (China, Red),” kata Starmer seperti dilansir dari Reuters pada Minggu (1/2/2026).
Starmer mengatakan, akan menjadi langkah bodoh bagi negaranya jika tidak berelasi dengan Tiongkok. Perkataan Starmer itu jelas dilontarkan untuk menepis pernyataan Trump yang menyebut berbahaya untuk berbisnis dengan Beijing.
Starmer adalah pemimpin Negara Barat terbaru yang mengunjungi Tiongkok untuk mencari perlindungan ekonomi dan geopolitik terhadap ketidakpastian Trump. Otomatis kunjungan Inggrisitu membuat Trump marah.
Washington menanggapi pertanyaan tentang hubungan Inggris-China yang lebih dekat, yang menurut Trump hal itu sangat berbahaya bagi Inggris. ”Ya itu sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu,” kata Trump. (cnn/mmr)










