Koranindopos.com, Jakarta – Keputusan Rayhan Cornelis Vandennoort melanjutkan pendidikan ke Belanda menjadi langkah baru dalam perjalanannya. Aktor yang dikenal publik lewat film “Bayi Ajaib” yang hingga kini masih tayang di Netflix itu kini lebih fokus menjalani peran sebagai pelajar di sekolah internasional, sembari tetap menjaga komunikasi dengan penggemarnya di Indonesia.
Kepindahan tersebut dilatarbelakangi keinginannya merasakan sistem pendidikan yang berbeda. Pada minggu-minggu pertama, ia harus menghadapi cuaca yang jauh lebih dingin dibandingkan Indonesia, serta lingkungan sosial yang belum familiar.
“Pastinya suhu dan cuaca yang berbeda dengan Indonesia dan lingkungan yang berbeda juga,” ujar Rayhan saat mengenang masa awal adaptasinya.
Selain faktor cuaca, ia juga menyesuaikan diri dengan pola hidup masyarakat yang lebih terstruktur. Ia menyadari pentingnya manajemen waktu agar dapat mengikuti sistem belajar yang menuntut kedisiplinan.
“Rayhan hanya melakukan kegiatan seperti biasanya dan berusaha belajar dengan lebih disiplin terutama tentang waktu,” tuturnya.

Rayhan kini bersekolah di institusi internasional dengan siswa dari berbagai negara. Bahasa Inggris menjadi pengantar utama dalam komunikasi sehari-hari, sehingga memudahkannya berinteraksi sebelum semakin terbiasa menggunakan bahasa Belanda.
“Karena ini adalah sekolah internasional dan banyak teman yang dari negara asing juga, jadi komunikasi menggunakan bahasa internasional, Inggris,” jelas bocah kelahiran 9 Desember 2011 ini.
Ia menilai sistem pendidikan di Belanda lebih mendorong siswa untuk aktif, mandiri, dan berpikir kritis. Perbedaan tersebut cukup terasa jika dibandingkan dengan pengalaman belajarnya di Indonesia.
“Belanda lebih berpusat kepada siswa, fokus pada berpikir kritis, kemandirian, disiplin tentang waktu dan fokus penjurusan dini. Sedangkan di Indonesia lebih terpusat pada guru, cenderung menghafal,” ungkap Rayhan.
Pada tahap awal pembelajaran, guru menggunakan dua bahasa, yakni Inggris dan Belanda. Seiring peningkatan kemampuan dan level siswa, bahasa Belanda menjadi lebih dominan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Pada awalnya guru menggunakan dua bahasa untuk mengajar yaitu bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Semakin bertambahnya pengetahuan dan tes mengikuti level pelajar, guru pun menggunakan bahasa Belanda saja,” paparnya.
Di luar aktivitas akademik, Rayhan mengikuti kegiatan sepak bola dan berenang saat musim panas. Ia juga merasa terbantu dengan kehadiran teman dekat dari Indonesia dan Thailand yang membuat proses adaptasi terasa lebih ringan.
“Iya, kebetulan Rayhan juga punya teman dekat yang sama dari Indonesia dan dari Thailand,” katanya.
Meski kini tinggal di Eropa, Rayhan tetap merindukan Indonesia, terutama kuliner dan kebersamaan dengan sahabat. Ia memastikan ada rencana kembali ke Tanah Air, meski saat ini fokus utamanya masih pada pendidikan.
“Sudah pasti ada ke depannya. Tapi saat ini masih menjalani pendidikan di sini dulu,” ungkapnya.
Dari Belanda, Rayhan aktif membagikan kegiatannya melalui akun Instagram @rayhanvdn. Melalui media sosial tersebut, ia tetap mengikuti perkembangan dunia hiburan Indonesia sekaligus menyapa penggemarnya.
“Tentu saja. Bila sesuai dengan karakter yang pas,” ujarnya terkait kemungkinan kembali ke dunia akting.
“Terima kasih buat semua fans aku yang masih setia dan semoga kalian semua happy dengan semua konten yang aku buat. Semoga aku bisa berkarya lagi nanti di masa yang akan datang dengan versi yang berbeda,” pungkasnya. (BRG/Kul)










