Selasa, 1 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Film ‘Saat Aku Bersuara’ Tayang Perdana, Usung Gerakan #NoMoreSilence

Editor : Akula oleh Editor : Akula
19 Juni 2026
in Film dan Musik
A A
0
Film ‘Saat Aku Bersuara’ Tayang Perdana, Usung Gerakan #NoMoreSilence

Film terbaru Marshanda 'Saat Aku Bersuara' resmi tayang di bioskop. Mengangkat isu kekerasan seksual dan gerakan #NoMoreSilence melawan budaya bungkam. (Foto. HENDRA/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – ​Layar lebar Indonesia kemarin resmi menyambut sebuah karya sinematik yang tidak sekadar berfungsi sebagai media hiburan, melainkan pemantik perubahan sosial. Film drama hukum terbaru berjudul Saat Aku Bersuara secara serentak mulai ditayangkan di seluruh jaringan bioskop nasional. Karya garapan rumah produksi Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures ini hadir membawa misi besar untuk mendobrak stigma negatif dan memecah keheningan yang selama ini mengisolasi para korban kejahatan seksual di masyarakat.

​Melalui kampanye gerakan #NoMoreSilence, film ini mencoba merefleksikan realitas kelam yang dihadapi oleh banyak perempuan di Indonesia. Narasi yang dibangun menjadi representasi dari ribuan suara yang selama ini terpaksa bungkam akibat rasa takut, ancaman ketidakpercayaan publik, hingga beban sanksi sosial berupa aib. Langkah berani yang diambil oleh tim produksi ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat luas dalam menyikapi kasus kekerasan seksual.
​
​Jalan cerita film ini berfokus pada kehidupan Nadia yang diperankan oleh aktris berbakat Marshanda. Nadia digambarkan sebagai seorang pengacara muda berprestasi yang mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban kekerasan seksual saat berupaya melindungi sahabatnya. Alih-alih mendapatkan keadilan instan, ia justru harus berhadapan dengan tembok tebal berupa penolakan dari pihak keluarga yang ingin menutupi insiden tersebut demi nama baik, serta struktur hukum yang condong membela pihak berkuasa.

​Di tengah situasi pelik tersebut, Nadia menolak untuk menyerah dan memilih untuk menggalang kekuatan bersama sesama penyintas, yakni Andien (Rini Yulianti) dan Riana (Hana Malasan) yang sempat diusir oleh keluarga mereka. Perjuangan mereka mendapat angin segar berkat dukungan dari Adrian (Ibnu Jamil), seorang jaksa penuntut yang juga memiliki trauma masa lalu yang serupa. Bersama-sama, mereka menyuarakan perlawanan sengit terhadap budaya patriarki yang kerap memutarbalikkan fakta demi melindungi pelaku.
​
​Landasan emosional yang kuat dalam film ini dirancang secara matang oleh sang penulis naskah, Tisa TS. Dalam acara pemutaran perdana bersama media yang berlangsung pada tanggal 14 Juni 2026 di XXI Plaza Senayan, Jakarta, ia memaparkan visi utama dari penulisan skenario drama hukum ini kepada para jurnalis yang hadir.

​”Kita tidak cuma menonton film sebagai hiburan, tetapi juga menyaksikan sebuah gerakan untuk membuat orang-orang berhenti bungkam,” ujarnya.

Artikel Terkait

Impian Mendiang Ibunda Terwujud, Komika John Yewen Tampil Beda Jadi Pastor di Film Horor ‘Suanggi: Ilmu Kutukan’

Afgan Bawa Kisah Kafka Lewat Lagu “Langit Merah Muda”

Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah

​”Segala sesuatu yang selama ini dibungkam, tidak boleh terjadi lagi,” sambungnya.

​Visi tersebut diperkuat oleh sang sutradara, Sonu Samtani, yang bertindak sebagai komando di balik lensa kamera selama proses produksi berlangsung. Ia meyakini bahwa kekuatan kolektif dari para perempuan yang berani berbicara akan memberikan dampak masif bagi perubahan hukum dan sosial di Indonesia.

​”Kami punya satu keyakinan: ketika perempuan berani bersuara dan bangkit, itu akan menjadi fenomena yang mengubah segalanya,” tambah Sutradara Sonu Samtani.
​
​Bagi Marshanda sendiri, keterlibatannya dalam proyek ini menuntut totalitas batin yang sangat menguras energi emosional pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam memerankan tokoh Nadia bukanlah menampilkan ekspresi kemarahan yang meluap-luap ataupun tangisan kesedihan, melainkan bagaimana menjaga konsistensi rasa optimisme di dalam diri karakter tersebut.

​”Nadia adalah sosok yang tetap mencoba berharap, meski tidak tahu apakah perjuangannya akan membuahkan keadilan,” katanya.

​Di sisi lain, aspek teknis pembuatan film berdurasi 85 menit ini menyimpan catatan perjuangan yang luar biasa dari seluruh kru yang terlibat. Skenario film diketahui harus melewati proses perombakan dan revisi hingga sebanyak 18 kali demi mencapai hasil akhir yang dinamis. Ditambah lagi, proses syuting memakan waktu hingga empat tahun lamanya akibat sempat terhambat oleh situasi pandemi Covid-19, walau pada akhirnya seluruh tim berhasil mempertahankan keutuhan cerita tanpa mengorbankan kualitas adegan.

​Proses panjang tersebut berhasil melahirkan sebuah tontonan yang solid, menggabungkan unsur ketegangan ruang sidang dengan konflik psikologis yang mendalam. Selain menampilkan reuni akting antara Marshanda dan Ibnu Jamil setelah belasan tahun, film ini juga didukung oleh jajaran aktor legendaris lintas generasi seperti Teuku Rifnu Wikana, Nino Fernandez, Lukman Sardi, Cut Mini, dan Lydia Kandou. (BRG/Hend)
​

IMG 20260619 WA0026 - Film 'Saat Aku Bersuara' Tayang Perdana, Usung Gerakan #NoMoreSilence
Film terbaru Marshanda ‘Saat Aku Bersuara’ resmi tayang di bioskop. Mengangkat isu kekerasan seksual dan gerakan #NoMoreSilence melawan budaya bungkam. (Foto. HENDRA/KORANINDOPOS.COM)

​

 

Topik: arjuna mega filmsfilm indonesia 2026film marshandaKekerasan Seksualno more silence​Saat Aku Bersuarasonu samtanitisa ts

TerkaitBerita

Impian Mendiang Ibunda Terwujud, Komika John Yewen Tampil Beda Jadi Pastor di Film Horor ‘Suanggi: Ilmu Kutukan’
Film dan Musik

Impian Mendiang Ibunda Terwujud, Komika John Yewen Tampil Beda Jadi Pastor di Film Horor ‘Suanggi: Ilmu Kutukan’

oleh Editor : Akula
1 September 2026
Afgan Bawa Kisah Kafka Lewat Lagu “Langit Merah Muda”
Film dan Musik

Afgan Bawa Kisah Kafka Lewat Lagu “Langit Merah Muda”

oleh Editor : Akula
1 September 2026
Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah
Film dan Musik

Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah

oleh Editor : Akula
1 September 2026
Foto Bersama Ibu Bisa Tampil di Layar Lebar, Ini Caranya
Film dan Musik

Foto Bersama Ibu Bisa Tampil di Layar Lebar, Ini Caranya

oleh Editor : Akula
31 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Impian Mendiang Ibunda Terwujud, Komika John Yewen Tampil Beda Jadi Pastor di Film Horor ‘Suanggi: Ilmu Kutukan’

Impian Mendiang Ibunda Terwujud, Komika John Yewen Tampil Beda Jadi Pastor di Film Horor ‘Suanggi: Ilmu Kutukan’

1 September 2026
Afgan Bawa Kisah Kafka Lewat Lagu “Langit Merah Muda”

Afgan Bawa Kisah Kafka Lewat Lagu “Langit Merah Muda”

1 September 2026
Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah

Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah

1 September 2026
iPhone Edisi 20 Tahun Dikabarkan Punya Layar Lebih Besar, Ada Model 6,4 dan 7 Inci

iPhone Edisi 20 Tahun Dikabarkan Punya Layar Lebih Besar, Ada Model 6,4 dan 7 Inci

1 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Sutradara Eugene Panji Tutup Usia, Ini Karya yang Pernah Digarapnya

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Selangkah Lagi Enzo Fernandez Ke Manchester City

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya