Selasa, 6 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah

Editor : Akula oleh Editor : Akula
1 September 2026
in Film dan Musik
A A
0
Kisah Laika Jadi Titik Berangkat Album Terbaru Nadin Amizah

Kisah Laika jadi titik berangkat album terbaru Nadin Amizah ,(Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Seekor anjing bernama Laika menjadi sumber inspirasi Nadin Amizah dalam merangkai album terbarunya. Dari kisah perjalanan Laika yang tidak memiliki jalan pulang, Nadin mengembangkan cerita tentang kerinduan, kasih sayang, kesepian hingga rasa marah karena kehilangan.

Cerita tersebut dituangkan dalam album studio ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, yang resmi dirilis pada 28 Agustus 2026 melalui label Sorai. Album ini terdiri dari 11 lagu dengan durasi keseluruhan sekitar 51 menit.

Laika sendiri merupakan anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dalam misi Sputnik 2 pada 1957. Perjalanan itu sejak awal merupakan misi satu arah. Kisah tersebut kemudian menjadi metafora yang digunakan Nadin untuk menggambarkan seseorang yang mendambakan kasih sayang, tetapi justru berakhir sebagai sosok yang ditinggalkan.

Dalam gambaran Nadin, Laika adalah sosok yang menunggu seseorang datang dan memilihnya. Namun, yang datang justru sebuah tugas. Harapan untuk mendapatkan kasih kemudian berubah menjadi pengalaman kehilangan.

Artikel Terkait

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

Dari gagasan itu, Nadin membangun rangkaian cerita dalam 11 lagu. Beberapa di antaranya adalah Pesan Digital Seekor Anjing Dari Luar Angkasa, Moonlight, Kematian, Jika Aku Jadi Kekasihnya, Reservasi Untuk Dua, Tamu Berwajah Itu, Amarah, Putih Merana, Take Him To The Moon For Me, Ditemukan Sebuah Bangkai, Langit Melepas Hujan, dan Laika, Kau Mudah Dicinta.

Tema kehilangan kemudian berkembang ke berbagai persoalan. Salah satunya dituangkan Nadin lewat Ditemukan Sebuah Bangkai, yang terinspirasi dari peristiwa penemuan jenazah tanpa identitas saat banjir Jakarta pada malam Tahun Baru 2020.

Nadin juga membawa persoalan tentang ketiadaan figur ayah dan kesepian ke dalam album tersebut. Baginya, perasaan kehilangan yang terus disimpan dapat berkembang menjadi kemarahan.

Hal itu tergambar dalam salah satu bagian cerita album ketika rasa sakit yang terlalu lama dipendam akhirnya mencari jalan keluar.

“Yang sedang kau lihat bukan benci hanya perih. Yang terlalu lama membekas, mengeras, menjadi marah yang tak punya jalan untuknya keluar,” ujar Nadin.

Album ini sekaligus menjadi kelanjutan perjalanan Nadin setelah Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya yang dirilis pada 2023. Sebelum album penuh tersebut hadir, Nadin lebih dulu memperkenalkan Moonlight, lagu yang ternyata telah ia tulis sejak masih duduk di bangku SMA.

Lewat Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin merangkai cerita tentang seseorang yang ingin dicintai, ingin memiliki tempat untuk pulang, tetapi harus berhadapan dengan kenyataan bahwa tidak semua kerinduan berakhir dengan kepulangan.

Kisah Laika akhirnya tidak hanya menjadi nama album. Sosok tersebut menjadi gambaran tentang manusia yang terus mencari kasih sayang, sementara pada akhirnya harus berhadapan dengan rasa kehilangan dan kesepian. (BRG/Kul)

Topik: Nadin Amizah

TerkaitBerita

Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata
Film dan Musik

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta
Film dan Musik

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru
Film dan Musik

Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya
Film dan Musik

6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya

oleh Editor : Akula
30 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

5 Oktober 2026
Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

5 Oktober 2026
Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

5 Oktober 2026
Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

3 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4890 shares
    Share 1956 Tweet 1223
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1002 shares
    Share 401 Tweet 251
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya