Koranindopos.com, Jakarta – Indonesia bersiap mengukir sejarah baru di kancah olahraga air internasional. Pada Agustus 2026 mendatang, kawasan Ancol, Jakarta, akan disulap menjadi arena pertarungan bagi lebih dari 300 atlet jetski terbaik dari 40 negara dalam ajang bergengsi Indonesia International Jetsport World Series 2026. Perhelatan ini bukan sekadar perlombaan kecepatan di atas air, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa Indonesia adalah pemain utama dalam industri sport tourism global.
Kepastian penyelenggaraan ini dipaparkan dalam acara Ramah Tamah dan Press Release di Komite Olimpiade Indonesia, FX Sudirman, Rabu (4/3/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) Syaiful Sutan Aswar, Wakil Ketua Umum NOC Indonesia Ismail Ning, Direktur Limasatu Kreatif Indonesia Eka Nugraha Manurung, serta dua atlet kebanggaan Indonesia yang telah mendunia, Aero dan Aqsa Aswar. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mengemas ajang kelas dunia.
Visi besar di balik event ini melampaui batas lintasan balap. Ketua IJBA, Syaiful Sutan Aswar, menekankan bahwa daya tarik Indonesia harus mampu menyentuh sisi emosional para pengunjung mancanegara. Keindahan alam dan keramahan Indonesia menjadi modal utama yang ingin ditonjolkan melalui kompetisi ini demi membangun reputasi jangka panjang di kalender internasional.
“Ini bukan hanya menarik atlet, tapi menarik dunia untuk datang ke Indonesia. Kita ingin orang datang karena memang dari hatinya ingin datang ke Indonesia,” ujarnya.
Selain aspek pariwisata, IJBA menaruh perhatian besar pada regenerasi atlet. Syaiful menegaskan bahwa ajang ini harus menjadi pemicu bagi anak muda Indonesia untuk terjun secara profesional. Baginya, menjadi juara bukan sekadar menang dalam satu balapan, melainkan hasil dari pembentukan karakter yang disiplin dan kuat sejak usia dini.
“Harapannya semakin banyak yang benar-benar ingin menjadi atlet profesional. Prestasi itu adalah gaya hidup. Mental dan karakter harus dibangun sejak kecil,” tegasnya.

Eka Nugraha Manurung selaku Direktur Limasatu Kreatif Indonesia menambahkan bahwa pihaknya telah merancang strategi agar acara ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Integrasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi kunci utama dalam memposisikan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara dalam industri marine lifestyle.
“Event ini tidak hanya dirancang sebagai kompetisi olahraga, tetapi sebagai platform strategis yang menyatukan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai center of excellence jetsport di Asia, khususnya Asia Tenggara, sekaligus destinasi sport tourism kelas dunia,” ujar Eka.
Guna menjaga gengsi internasional, standar produksi yang diterapkan tidak main-main. Mulai dari manajemen risiko hingga kualitas siaran global telah disiapkan untuk memastikan pengalaman terbaik bagi penonton di lokasi maupun melalui live streaming. Penyelenggara ingin membuktikan bahwa profesionalisme Indonesia dalam mengelola acara besar setara dengan standar dunia.
“Kami ingin dunia melihat bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event jetsport berskala global dengan profesionalisme tinggi,” tambahnya.
Secara teknis, kesiapan infrastruktur di Ancol terus dikebut dan dilakukan penyempurnaan demi keamanan para atlet. Terdapat enam kelas utama yang akan diperlombakan, di antaranya Pro Ski GP, Pro Runabout GP, hingga kelas ketahanan Pro Am Endurance Open. Kelas-kelas ini diprediksi akan menyuguhkan aksi-aksi ekstrem yang memacu adrenalin ribuan penonton yang hadir.
Indonesia International Jetsport World Series 2026 diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif. Melalui ajang ini, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah bagi para juara, tetapi juga memperkuat posisi tawarnya sebagai kekuatan baru dalam ekosistem jetsport internasional yang berkelanjutan. (RIS/Kul)










