koranindopos.com – Jakarta. Harga emas di Dubai mengalami diskon besar akibat dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik tersebut menyebabkan kelebihan stok emas di pasar Dubai karena distribusi logam mulia ke berbagai negara terhambat.
Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (7/3/2026), sejumlah perusahaan emas di Dubai terpaksa memberikan potongan harga hingga US$ 30 per ons. Diskon tersebut diberikan karena persediaan emas menumpuk di gudang setelah banyak pembeli membatalkan pesanan mereka.
Di tengah memanasnya konflik antara AS dan Iran, biaya pengiriman serta asuransi emas meningkat tajam. Kondisi ini membuat para pembeli ragu untuk melanjutkan transaksi, terutama karena tidak ada jaminan pengiriman bisa tiba tepat waktu.
Akibatnya, banyak pesanan emas batangan yang sebelumnya telah disepakati akhirnya dibatalkan. Situasi ini menyebabkan pasokan emas di Dubai menjadi berlebih.
Para pemasok juga mengalami kesulitan untuk mengirimkan emas batangan ke pasar internasional, sehingga stok yang semula ditujukan untuk ekspor harus tertahan di pusat perdagangan tersebut.
Dubai dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan emas terbesar di dunia. Kota ini menjadi lokasi pemurnian dan distribusi emas batangan ke berbagai negara di kawasan Asia.
Selain itu, Dubai juga merupakan jalur pengiriman penting bagi emas yang berasal dari sejumlah negara, termasuk Swiss, Inggris, serta beberapa negara di kawasan Afrika.
Dengan perannya yang strategis dalam rantai pasok emas global, gangguan distribusi akibat konflik geopolitik dapat langsung berdampak pada kondisi pasar di Dubai. Diskon besar yang terjadi saat ini menjadi salah satu indikasi tekanan pada perdagangan emas di kawasan tersebut.(dhil/dtk)










