Koranindopos.com – Jakarta – Seorang perempuan berinisial NA (21) meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Bandara Soekarno-Hatta di pelintasan rel dekat Stasiun Taman Kota, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.50 WIB.
Peristiwa nahas tersebut kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, mengatakan korban diduga sedang berjalan melintasi rel dari arah utara menuju selatan saat palang pintu perlintasan dalam kondisi tertutup.
“Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, pejalan kaki NA berjalan dari arah utara menuju arah selatan saat palang pintu tertutup,” ujar Reza saat dikonfirmasi, Sabtu.
Saat berada di area pelintasan, korban tertabrak Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang melaju dari arah barat menuju timur.
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka berat di bagian kepala serta kedua kaki dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, untuk penanganan lebih lanjut.
Usai menerima laporan, petugas dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain memeriksa kondisi di lokasi, polisi juga meminta keterangan dari dua orang saksi yang berada di sekitar pelintasan saat insiden terjadi. Sejumlah barang bukti turut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Menurut Reza, hingga kini penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi guna mengetahui kronologi lengkap serta faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.
“Diduga sementara penyebab kecelakaan, masih dalam proses lidik,” katanya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat saat melintasi jalur kereta api, terutama ketika palang pintu telah ditutup atau sinyal peringatan berbunyi.
Petugas mengimbau pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara, untuk selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak memaksakan diri melintas ketika kereta akan melintas demi menghindari risiko kecelakaan fatal.
Sementara itu, kepolisian memastikan proses penyelidikan masih berlangsung dan akan mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan sebelum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.(Dhil/kmps)










