Koranindopos.com, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memperkeruh situasi. Dia menyebut pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, sebagai boneka Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers setelah pemerintah Iran merilis pernyataan atas nama Mojtaba yang dibacakan oleh seorang presenter televisi. ”Kami telah menyingkirkan tiran lama. Tiran baru yang merupakan boneka IRGC, tidak bisa menunjukkan wajahnya di depan publik,” kata Netanyahu dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip News 18.
Sebagaimana diberitakan, Mojtaba untuk kali pertama menyampaikan pidato publik pada Kamis (12/3/2026). Mojtaba tidak tampil secara langsung. Pidatonya disiarkan televisi pemerintah dalam bentuk teks yang dibacakan. Mojtaba sebelumnya dikabarkan terluka dalam serangan 28 Februari. CNN melaporkan dia mengalami patah tulang pada kaki serta luka robek di wajah.
Selain itu, lanjut Netanyahu, menyampaikan pesan kepada rakyat Iran untuk menempuh jalan baru menuju kebebasan semakin dekat. ”Pada akhirnya, semuanya bergantung pada kalian. Masa depan itu ada di tangan kalian,” ujarnya.
Sementara itu, Motjaba dalam pidatonya telah menutup ruang diplomasi dengan AS-Israel. Dia bersumpah akan membalas Amerika Serikat dan Israel. Iran akan menggempur pangkalan AS di negara Timur Tengah. ”Kami akan membalas darah para martir kami. Pembalasan adalah prioritas, sampai sepenuhnya tercapai,” kata Mojtaba dikutip dari Al Jazeera.
Selain itu, Mojtaba menyerukan persatuan nasional dan menyebutkan Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran. Beberapa jam dari pidatonya, serangan udara Iran semakin intens memasuki negara-negara Arab.
Al Jazeera melaporkan, dalam beberapa jam terakhir, rudal dan drone Iran secara masif beterbangan di langit negara-negara Teluk. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Arab Saudi mengaku puluhan drone Iran berhasil dicegat militer Riyadh hingga Jumat (13/3/2026) pagi. Salah satu drone disebut mengarah ke ladang minyak Shaybah.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain sementara itu menyatakan telah mengaktifkan sirene dan mendesak warga mencari tempat berlindung, usai Iran menyerang tangki bahan bakar minyak (BBM) di Muharraq. Seruan itu masih berlanjut hingga Jumat pagi.
Militer Kuwait pada bagiannya menyatakan sedang berjuang melawan gelombang rudal dan drone yang datang. Warga diminta waspada dan mengikuti instruksi keamanan pihak berwenang. ”Staf Umum Angkatan Udara mencatat bahwa jika terdengar suara ledakan, itu adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh,” demikian pernyataan Angkatan Darat Kuwait di X.
Dalam 24 jam terakhir, Kemhan Kuwait mengaku mendeteksi lima rudal dan tujuh drone, di mana beberapa drone mendarat di bangunan tempat tinggal dan Bandara Internasional Kuwait. Kantor berita Oman juga melaporkan sebuah pesawat nirawak berhasil ditembak jatuh di atas Kota Khasab. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan akibat peristiwa itu.
Sebelum ini, Oman telah melaporkan tangki BBM di pelabuhan Salalah digempur drone hingga rusak. Kemhan Qatar sementara itu mengaku telah mencegat dua rudal balistik, satu rudal jelajah, dan sejumlah drone yang diluncurkan dari Iran pada Kamis. Qatar pun mengeluarkan peringatan tinggi dan mendesak warga “tetap berada di dalam ruangan”. Terpisah, Kemhan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pasukannya hari ini “berinteraksi” dengan 10 rudal balistik dan 26 drone dari Iran. (cnn/mmr)










