koranindopos.com – Jakarta. Kemacetan panjang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Antrean kendaraan yang hendak menyeberang dilaporkan mengular cukup jauh saat arus mudik memuncak, berbarengan dengan persiapan penutupan pelabuhan menjelang Hari Raya Nyepi.
Kondisi ini membuat perjalanan menuju pelabuhan tersendat. Banyak kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga truk logistik, terjebak dalam kemacetan panjang saat hendak masuk ke area pelabuhan untuk menyeberang ke Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa kemacetan terjadi karena kapasitas pelabuhan tidak mampu menampung lonjakan volume kendaraan dan penumpang yang meningkat drastis.
Menurutnya, peningkatan tersebut dipicu oleh dua momen besar yang datang hampir bersamaan, yakni arus mudik Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Situasi ini membuat banyak warga yang berada di Bali memilih keluar pulau lebih awal sebelum aktivitas transportasi dihentikan saat Nyepi.
“Kenaikan volume kendaraan ini karena masyarakat ingin keluar Bali lebih dulu sebelum pelabuhan ditutup saat Nyepi,” jelas Aan.
Seperti diketahui, selama perayaan Nyepi seluruh aktivitas di Bali dihentikan, termasuk operasional bandara dan pelabuhan. Karena itu, masyarakat yang hendak bepergian ke luar pulau harus melakukannya sebelum penutupan tersebut diberlakukan.
Lonjakan kendaraan yang datang hampir bersamaan akhirnya menyebabkan antrean panjang di jalur menuju pelabuhan. Kondisi ini membuat waktu tunggu untuk masuk kapal menjadi jauh lebih lama dari biasanya.
Pihak Kementerian Perhubungan bersama operator penyeberangan terus berupaya mengatur arus kendaraan agar kemacetan tidak semakin parah. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat kepolisian untuk mengatur lalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.
Meski demikian, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Gilimanuk diimbau untuk memperhitungkan waktu keberangkatan dengan lebih baik serta memantau kondisi lalu lintas sebelum menuju pelabuhan. Dengan demikian, kepadatan ekstrem seperti yang terjadi saat puncak arus mudik dapat diantisipasi.(dhil)










