Koranindopos.com, JAKARTA-Menata barang di rumah bukan perkara mudah. Itu adalah seni menata. Bukan sekadar rapi, tetapi juga mudah diakses. Interior Design Leader IKEA Indonesia Muhammad Yusuf Attorik berbagi tips sederhana tetapi smart.
Menurut Attorik, setelah periode berbagai macam perayaan berlalu, banyak rumah diam-diam berubah. Bukan karena bertambah penuh, tapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan tempatnya. ”Nampan berpindah ke balik sofa, kotak “sementara” jadi menetap, dan barang sehari-hari seperti skincare, aksesoris, hingga charger mulai sulit ditemukan saat dibutuhkan,” ujarnya, tersenyum.

Dalam keseharian, lanjut Attorik, perubahan kecil seperti itulah yang paling sering mengganggu terutama di area seperti kamar tidur dan kamar mandi, tempat di mana barang esensial seharusnya paling mudah dijangkau dan ditemukan. ”Situasi ini bukan soal Anda rajin atau tidak, tapi memang cenderung berulang-ulang seperti dejà vu,” ungkapnya.
Menurut Attorik, itu terjadi bukan karena ruangnya kurang atau barangnya terlalu banyak, tapi karena sistem penyimpanannya belum benar-benar cocok untuk mereka. ”Di IKEA, kami selalu memberikan solusi yang dimulai dari kebiasaan nyata di rumah. Barang apa yang sering dipakai, di mana biasanya diletakkan, dan apa yang paling sering dicari. Dari situ, solusi yang dibuat bukan hanya rapi secara visual, tapi juga terasa lebih mudah dijalani setiap hari,” tutur Attorik.
Pendekatan tersebut diterjemahkan ke dalam cara menata yang lebih sederhana dan realistis. Dengan menyediakan tempat yang jelas untuk barang-barang yang paling sering dipakai dan menaruhnya di touchpoints seperti meja rias atau area dekat pintu masuk. Kebiasaan merapikan akhirnya tidak lagi terasa seperti tugas tambahan, tapi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Dalam praktiknya, solusi kecil seperti tray untuk barang harian, kotak penyimpanan untuk kategori tertentu, atau pembagian zona berdasarkan aktivitas dapat membantu mengurangi kebiasaan “menaruh sementara” yang sering berujung jadi permanen. Ketika sistem ini bekerja, rumah tidak lagi terasa seperti sesuatu yang harus terus dibereskan, melainkan ruang yang secara alami lebih teratur.
“Yang sering tidak disadari, justru produk-produk kecil yang paling sering dipakai punya peran besar dalam menjaga rumah tetap teratur. Solusi seperti box, tray, trolley, atau organiser bukan sekadar tempat penyimpanan, tapi membantu membentuk kebiasaan. Ketika barang punya tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang jadi terbiasa untuk langsung menaruh kembali,” kata Business Leader IKEA Indonesia Alfonsus Kristian, menambahkan.
Kebutuhan akan ruang yang lebih teratur ini tidak hanya dirasakan di rumah, tetapi juga di berbagai ruang lain yang kita gunakan setiap hari. Seperti apapun rumahnya, ruang yang tidak terorganisir dengan baik dapat menghambat alur aktivitas dan membuat rutinitas terasa kurang efisien. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IKEA menghadirkan Interior Design Service (IDS) yang membantu pelanggan merancang ruang berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan mereka. Melalui pendekatan yang dipersonalisasi, setiap ruang, mau digunakan untuk hunian ataupun bisnis, dapat ditata agar lebih mudah digunakan sehari-hari. (rls/sha/mmr)










