Koranindopos.com – JAKARTA – Seorang pria bernama Marcel Judodihardjo (37) mengalami kondisi yang mengancam jiwa saat berolahraga padel. Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa serangan jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan saat aktivitas fisik ringan maupun saat jeda istirahat.
Peristiwa itu terjadi di Jakarta Barat ketika Marcel tengah bermain padel. Menariknya, gejala tidak muncul saat ia sedang berlari atau beraktivitas intens, melainkan justru saat ia sedang beristirahat.
“Kenanya pas lagi main padel, tapi bukan saat lagi lari kencang. Justru berasanya waktu lagi istirahat,” ungkap Marcel dalam sebuah unggahan video di media sosial.
Ia menceritakan, gejala datang secara tiba-tiba dengan detak jantung yang sangat cepat. Kondisinya semakin mengkhawatirkan ketika ia mulai pucat, mengeluarkan keringat dingin, dan merasakan tekanan kuat di dada.
“Tiba-tiba detak jantung cepat banget, gue pucat, keringat dingin, dan dada berasa ketekan. Napas juga nggak bisa panjang,” jelasnya.
Yang cukup mengejutkan, Marcel mengaku tidak merasakan nyeri dada yang tajam, gejala yang selama ini kerap dikaitkan dengan serangan jantung. Hal ini menunjukkan bahwa tanda-tanda serangan jantung bisa bervariasi dan tidak selalu sesuai dengan gambaran umum.
Secara medis, kondisi seperti ini bisa berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai plak robek. Plak yang menumpuk di pembuluh darah dapat pecah secara tiba-tiba, memicu pembentukan bekuan darah yang menghambat aliran darah ke jantung, sehingga menyebabkan serangan jantung.
Kasus yang dialami Marcel menjadi pengingat penting bahwa faktor risiko penyakit jantung tidak hanya dialami oleh usia lanjut, tetapi juga bisa terjadi pada individu yang masih produktif. Gejala seperti detak jantung tidak normal, sesak napas, keringat dingin, hingga rasa tertekan di dada perlu diwaspadai, meskipun tanpa rasa nyeri.
Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala mencurigakan, terutama saat atau setelah berolahraga. Deteksi dini dan penanganan cepat sangat menentukan keselamatan pasien dalam kasus serangan jantung.
Kisah ini sekaligus menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta pemahaman terhadap sinyal tubuh, agar risiko kondisi fatal seperti serangan jantung dapat diminimalkan.(dhil)










