koranindopos.com – Jakarta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan menjadi sorotan publik setelah menu berupa lele mentah yang dimarinasi viral di media sosial. Menu tersebut sempat ditolak oleh salah satu sekolah menengah atas (SMA) di wilayah tersebut, memicu perhatian luas terkait kualitas pelaksanaan program.
Kasus ini kini berbuntut panjang. Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pamekasan mengungkap adanya temuan baru yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, sedikitnya 45 dari total 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut diketahui bermasalah.
Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, menyatakan bahwa temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan evaluasi bersama dengan Badan Gizi Nasional dalam sepekan terakhir.
“Ini sesuai dengan hasil pemantauan bersama yang kami lakukan bersama BGN dalam sepekan terakhir ini,” ujar Sukriyanto, Kamis.
Temuan ini memperkuat kekhawatiran terkait standar keamanan dan kelayakan makanan dalam program MBG, yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya pelajar.
Sebelumnya, menu lele mentah yang hanya dimarinasi menjadi sorotan karena dinilai tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan. Penolakan dari pihak sekolah menjadi titik awal terbongkarnya persoalan yang lebih luas dalam distribusi dan pengawasan program tersebut.
Pihak berwenang kini diharapkan segera melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari standar pengolahan makanan hingga sistem pengawasan di lapangan. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar program MBG benar-benar memberikan manfaat dan tidak justru menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerimanya.(dhil)










