Koranindopos.com – JAKARTA – Isu yang menyebut seorang balita di Cianjur meninggal dunia akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di masyarakat. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar oleh pihak pemerintah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara kematian balita tersebut dengan program MBG. Ia menyampaikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Meski menyampaikan belasungkawa, Nanik menegaskan bahwa penyebab meninggalnya anak tersebut bukan karena keracunan makanan dari program MBG. “Tidak benar meninggalnya bayi 2 tahun di Cianjur karena program MBG,” tegasnya.
Klarifikasi ini penting mengingat informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya terkait program pemerintah yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak. Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak usia sekolah.
Penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial sering kali memperkeruh situasi dan memicu kesimpangsiuran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta merujuk pada sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam situasi sensitif seperti kematian anak, akurasi informasi sangat penting, baik untuk menghormati keluarga yang berduka maupun menjaga kepercayaan publik terhadap program-program kesehatan pemerintah.(dhil)










