Koranindopos.com, JAKARTA-Para ahli di bidang dermatologi dan estetika berbicara tentang aesthetic medicine. Mereka adalah Dr. Stanley Setiawan, Dr. Henry Tanojo, Dr. Inneke Jane, dan Dr. Mathelda Weni. Mereka menggarisbawahi bahwa saat ini tren konsumen produk skin booster telah bergeser dari perubahan kulit yang dramatis, menjadi skin quality.
”Perawatan skin booster semakin diminati karena pasien saat ini mencari hasil yang natural dan fokus pada kualitas kulit, bukan perubahan wajah yang dramatis. Pendekatan seperti teknik injeksi yang lebih minimal dan efisien juga semakin relevan dengan kebutuhan tersebut,” ujar Jane dalam peluncuran Teoxane babyGLOW™ oleh PT Parvus Medica Indonesia dan Teoxane Laboratories di Pullman Hotel Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/4/2026).
Sementara itu, Dr. Henry Tanojo mengatakan, hasilnya bertahap dan membutuhkan perawatan rutin serta maintenance seiring proses penuaan alami. ”Oleh karena itu, teknik yang lebih praktis dan minim downtime menjadi penting agar pasien dapat menjalani perawatan secara konsisten,” jelas Tanojo.
Sedangkan Dr. Mathelda Weni menambahkan, science dan safety selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih perawatan. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun menggunakan Redensity 1, produk ini membantu meningkatkan hidrasi. “Sekaligus memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh, dengan hasil yang lebih sehat, bercahaya, dan bertahan lebih lama,” tambah Mathelda.
Teoxane babyGLOW™ merupakan bagian dari inovasi global Teoxane yang melibatkan para expert injector dunia, termasuk Dr. Silvia Caboni sebagai seorang pengembang metodologi tersebut. Produk tersebut dirancang untuk memberikan hasil optimal dengan pendekatan yang lebih efisien dan nyaman, dan minim downtime.
Teoxane Redensity 1 merupakan skin booster dengan kandungan Amino Acid, Vitamin, dan Mineral yang berfungsi untuk meningkatkan hidrasi sekaligus memperbaiki kualitas kulit. Berbeda dari teknik konvensional, produk ini diaplikasikan menggunakan teknik terbaru babyGLOW™ yang hanya menggunakan 8 titik injeksi, sehingga prosedurnya lebih efisien, nyaman, dan minim downtime.
”Setelah diperkenalkan di Eropa, teknik ini mendapatkan respons positif dari praktisi dan media karena menggabungkan strong scientific foundation dengan pengalaman perawatan yang cepat, nyaman, dan minim downtime,” beber Silvia. (rls/sha/mmr)










