Koranindopos.com, Jakarta – Aktor Ammar Zoni tampaknya tidak ingin menyerah begitu saja setelah menerima vonis tujuh tahun penjara dalam kasus dugaan peredaran narkotika. Saat ini, Ammar dikabarkan sedang berada dalam fase krusial untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Fokus utama Ammar saat ini adalah membedah kembali putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bersama tim hukum barunya yang dipimpin oleh pengacara kondang, Krisna Murti.
Penunjukan Krisna Murti sebagai kuasa hukum menjadi sinyal kuat bahwa Ammar akan melakukan perlawanan hukum yang lebih intens. Krisna Murti yang dihubungi pada Senin (27/4/2026) mengungkapkan bahwa proses administrasi penunjukan dirinya telah rampung. Kabar ini pun langsung menyita perhatian publik mengingat beratnya vonis dan denda miliaran rupiah yang membayangi Ammar.
”Benar saya telah menerima kuasa dari Ammar Zoni untuk mendampingi Ammar Zoni dalam proses hukum yang sedang berjalan,” ungkap Krisna Murti saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/4/2026).
Kesepakatan ini diambil di saat Krisna tengah disibukkan dengan agenda perjalanan dinas di luar negeri. Meskipun demikian, komitmen untuk membela Ammar Zoni tetap menjadi prioritas timnya. Melalui sambungan telepon, Krisna memberikan gambaran situasi saat dirinya menerima tanggung jawab besar untuk menangani kasus aktor tersebut.
”Saya sedang perjalanan dari Guangzhou menuju ke Hong Kong. Saat ini sekarang berada di tol ya. Cuma ada beberapa pertanyaan dari teman-teman media perihal penunjukan sebagai kuasa hukum Ammar Zoni,” tuturnya.
Di balik penunjukan mendadak ini, terdapat campur tangan Dokter Kamilia, sosok yang dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Ammar Zoni. Melalui perantara inilah, keinginan Ammar untuk mendapatkan pendampingan hukum dari Krisna Murti tersampaikan. Krisna mengakui bahwa ia belum mengetahui secara pasti alasan spesifik Ammar memilih jasanya.
”Saya nggak tahu alasannya apa, tapi saya dikomunikasikan dengan dokter Kamilia, orang yang cukup dekat dengan Ammar. Kemudian dia bilang bahwa Ammar ingin menunjuk Mas Krisna sebagai kuasa hukumnya,” jelasnya.
Karena tidak mengawal kasus sejak awal, tim hukum Krisna Murti kini sedang bekerja ekstra keras untuk menganalisis tumpukan berkas perkara. Mereka harus memastikan tidak ada satu pun detail yang terlewatkan untuk mencari celah pembelaan. Analisis mendalam terhadap berkas ini menjadi fondasi utama sebelum mereka menentukan tindakan konkret ke depan.
”Saat ini tim saya di Jakarta sedang mempelajari dokumen dari awal terjadinya kasus yang menimpa Ammar Zoni. Jadi saya belum bisa bersikap lebih jauh sebelum mempelajari dokumen-dokumen itu sendiri, karena dari awal kan kita tidak menangani kasusnya Ammar Zoni ini,” urai Krisna.
Kepastian hukum mengenai posisi Krisna sudah tidak perlu diragukan lagi setelah Ammar membubuhkan tanda tangannya di surat kuasa. Staf Krisna di Jakarta telah menemui Ammar secara langsung di tahanan guna menyelesaikan urusan formalitas tersebut. Krisna berencana akan mendalami motif penunjukan dirinya setelah bisa berkomunikasi secara tatap muka.
”Lalu saya dikabarkan oleh tim bahwa saudara Ammar Zoni telah menandatangani kuasa. Jadi prosesnya kenapa Ammar Zoni menunjuk saya, saya belum bertanya itu karena saya belum bertemu dengan Ammar Zoni sendiri,” katanya lagi.
Saat ini, status hukum Ammar masih dalam masa “pikir-pikir” terkait putusan yang baru saja dijatuhkan. Tim hukum akan terus berdiskusi secara intensif dengan Ammar di dalam sel untuk menimbang apakah mereka akan mengajukan banding atau langsung menyiapkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) jika ditemukan bukti baru atau novum.
”Tim saya mengatakan bahwa Ammar akan pikir-pikir dulu dalam putusannya. Kami intens, lalu juga tim saya rencana hari ini akan diskusi lagi dengan Ammar. Setelah diskusi dengan Ammar, tim saya akan memberitahukan kepada saya hasil daripada diskusinya. Apa langkah-langkah hukum yang akan kami tempuh setelah adanya putusan di tingkat PN (Pengadilan Negeri) tujuh tahun ini,” paparnya.
Krisna Murti sendiri dijadwalkan akan segera menemui kliennya setibanya di tanah air untuk mematangkan strategi. Jika ditemukan celah hukum berupa fakta-fakta yang terabaikan, pihak Ammar tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum yang lebih tinggi demi meringankan hukuman yang ada.
”Rencananya saya bertemu dengan Ammar Zoni sepulangnya saya dari China hari Minggu depan. Kalau sekiranya nanti ada novum yang terlewatkan atau bukti-bukti yang terlewatkan, itu akan kami jadikan novum di dalam Peninjauan Kembali,” pungkas Krisna Murti.(BRG/Hend)










