Koranindopos.com, Jakarta – Sosok Lastri akhirnya menampakkan diri. Setelah lama menyimpan misteri, film horor Lastri: Arwah Kembang Desa
resmi memperlihatkan gambaran kisahnya melalui peluncuran trailer dan poster yang digelar di XXI Pejaten Village, Jakarta Selatan. Momen ini menjadi pintu masuk bagi publik untuk mengenal lebih dekat figur Lastri, perempuan yang kematiannya menyisakan teror berkepanjangan.
Peluncuran trailer tersebut dihadiri para pemain film, di antaranya Hana Saraswati, Yama Carlos, Ratu Meta, Rizal Djibran, Audy Bella, Nando Hilmy, Debby Sahertian, dan Ingrid Wijanarto. Mereka bersama-sama menyaksikan untuk pertama kalinya bagaimana cerita yang selama ini dirahasiakan mulai diperlihatkan kepada penonton.
Alih-alih langsung menghadirkan rentetan adegan mengejutkan, trailer film ini justru membangun suasana yang perlahan mengusik. Sosok Lastri digambarkan bukan sekadar hantu yang menebar ketakutan, melainkan figur yang menyimpan luka masa lalu. Di sisi lain, kemunculan bayang-bayang Turenggo menambah lapisan misteri yang menjadi bagian penting dalam cerita.
Produser Joe Richard mengatakan bahwa film ini dibangun dengan pendekatan yang lebih dalam dibanding sekadar menghadirkan teror.
“Kami tidak hanya ingin menakut-nakuti. Kami ingin penonton merasakan sesuatu rasa kehilangan, rasa takut, rasa yang tertinggal. Trailer ini baru permulaan. Ini film yang kami bangun dengan hati. Dan kami yakin, penonton akan merasakannya,” ujar Joe Richard.
Menurutnya, pengalaman menonton Lastri: Arwah Kembang Desa tidak hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan, tetapi juga membawa penonton menyelami emosi yang melatarbelakangi setiap kejadian dalam film.
Pendekatan serupa juga diterapkan sutradara Hendri Tivo saat merancang trailer. Ia sengaja memilih ritme yang perlahan agar suasana mencekam dapat tumbuh secara bertahap.
“Ketakutan yang paling kuat bukan yang datang tiba-tiba, tapi yang pelan-pelan masuk. Itu yang kami coba bangun di Lastri. Dan trailer ini hanya membuka pintunya,” jelas Hendri Tivo.
Bagi Hana Saraswati, karakter Lastri memiliki sisi yang jauh lebih kompleks dibanding gambaran hantu pada umumnya. Ia melihat tokoh tersebut sebagai sosok yang menyimpan penderitaan mendalam.
“Lastri bukan sekadar sosok menyeramkan. Dia adalah luka yang tidak pernah sembuh. Dan itu yang membuat dia terus ‘hidup’,” ungkap Hana.
Karakter itulah yang menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Penonton diajak melihat bagaimana sebuah tragedi masa lalu bisa meninggalkan jejak yang terus menghantui, bahkan setelah kematian.
Sementara itu, Nando Hilmy mengaku memiliki keterikatan khusus dengan film tersebut. Baginya, proses yang dijalani selama produksi memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.
“Film ini punya arti besar buat saya. Bukan cuma soal akting, tapi perjalanan yang akan selalu saya simpan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Audy Bella yang menilai film ini menawarkan pengalaman berbeda dibanding banyak film horor lainnya.
“Penonton bukan cuma akan takut. Mereka akan ikut merasa. Dan justru itu yang membuat film ini berbeda,” katanya.
Melalui trailer dan poster yang telah dirilis, publik kini mulai mendapat gambaran tentang dunia kelam yang akan disuguhkan dalam Lastri: Arwah Kembang Desa. Di balik teror yang muncul, tersimpan kisah tentang kehilangan, rahasia, dan luka yang belum menemukan akhir.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026. Saat hari itu tiba, kisah Lastri tidak lagi sekadar menjadi misteri dalam trailer, melainkan hadir utuh membawa terornya ke layar lebar. (BRG/Kul)










