koranindopos.com, MAKKAH — Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi kembali bertambah selama pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M. Hingga 11 Mei 2026, tercatat sebanyak 24 jemaah wafat, sementara puluhan jemaah lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Kabar terbaru datang dari wafatnya jemaah haji Indonesia asal Kloter JKG-27, Muhammad Firdaus, yang sebelumnya dilaporkan dalam proses pencarian di Arab Saudi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moh. Hasan Afandi, mengatakan almarhum ditemukan dalam keadaan wafat setelah dilakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan tim pencarian di lapangan.
“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujar Hasan dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Hasan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jemaah berusia 72 tahun tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga memastikan akan menyiapkan badal haji bagi almarhum yang pelaksanaannya dilakukan oleh petugas haji.
Selain itu, Hasan mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Ia mengimbau agar jemaah yang terlihat kebingungan, kelelahan, atau berjalan sendirian segera dibantu dan diarahkan kepada petugas terdekat agar terhindar dari risiko tersesat atau terpisah dari rombongan.
“Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” tegas Hasan.
Kementerian Haji dan Umrah juga meminta jemaah yang membutuhkan bantuan agar tidak ragu melapor kepada petugas haji Indonesia yang bertugas di Tanah Suci.
Di tengah meningkatnya jumlah jemaah wafat dan masih adanya puluhan jemaah yang dirawat, pemerintah terus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). (hai)










