Minggu, 24 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi

​Modal Kepercayaan Angkat Derajat Perempuan Pengusaha Kriya di Cikarang Barat

Editor : Akula oleh Editor : Akula
23 Mei 2026
in Ekonomi, Bisnis
A A
0
​Modal Kepercayaan Angkat Derajat Perempuan Pengusaha Kriya di Cikarang Barat

Menembus batas keterbatasan modal, Sri Aryanti Nurafiah sukses kembangkan bisnis kriya di Bekasi lewat program PNM Mekaarpreneur tanpa jaminan. (Foto. Ilustrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, ​Jakarta – Persoalan mendasar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil sering kali bukan terletak pada minimnya etos kerja, melainkan pada sulitnya memperoleh ruang kepercayaan dari lembaga pembiayaan formal. Selama ini, para pelaku usaha sektor ultra mikro, terutama kaum perempuan harus berjuang di ruang gerak yang sangat terbatas dengan pendapatan harian yang tidak menentu.

Meskipun mereka konsisten bekerja keras sejak fajar menyingsing hingga malam hari demi menjaga stabilitas dapur rumah tangga, akses modal tetap menjadi dinding pembatas yang tebal.

​Dalam realitas perbankan konvensional, bentuk kepercayaan komersial selalu diukur dengan parameter administratif yang kaku, seperti kepemilikan aset berharga dan riwayat kredit yang bersih.

Skema pembuktian kelayakan ini secara otomatis mengeliminasi masyarakat miskin yang bahkan belum mampu memenuhi kebutuhan pokok harian mereka secara stabil. Kondisi timpang tersebut membuat kelompok pelaku usaha mikro kerap kali mengalami kegagalan sebelum sempat mendapatkan kesempatan nyata untuk membuktikan kapasitas diri dalam mengelola sebuah usaha.

Artikel Terkait

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

PLN Minta Maaf atas Listrik Padam Berjam-jam di Sumatera

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 12.000 per Gram

​Padahal, bagi para perempuan tangguh di sektor ultra mikro, kehadiran fasilitas pembiayaan modal tanpa jaminan memiliki makna psikologis yang jauh lebih mendalam daripada sekadar instrumen transaksi keuangan.

Bantuan pembiayaan tanpa agunan ini menjadi wujud nyata pengakuan struktural bahwa daya upaya mereka dihargai, kapasitas kerja mereka diakui, serta potensi pertumbuhan ekonomi mereka dipandang menjanjikan. Melalui paradigma baru inilah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir menyalurkan program stimulus guna memutus rantai kemiskinan dan keterbatasan modal.
​
​Dampak nyata dari intervensi permodalan tersebut dirasakan langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah, seorang ibu rumah tangga yang terdaftar sebagai nasabah aktif PNM Mekaar di wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Pada awalnya, Yanti tergerak untuk mendirikan usaha mandiri demi membantu menopang kondisi finansial keluarganya karena pendapatan sang suami dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional harian. Dengan mengandalkan keahlian dasar yang ia miliki dalam merakit kerajinan tangan berupa gantungan kunci, Yanti membulatkan tekad untuk merintis sebuah lini bisnis kriya berskala rumahan.

​Kendati demikian, langkah awal pembangunan bisnis tersebut sempat dilingkupi oleh rasa bimbang dan keraguan yang besar akibat keterbatasan dana operasional yang ia miliki saat itu.
​“Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang,” ujar Sri Aryanti Nurafiah, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat.

​Titik balik perjuangan Yanti terjadi pada tahun 2022 ketika lembaga PNM secara resmi masuk memberikan kemudahan akses pembiayaan usaha komersial tanpa menuntut jaminan aset. Seluruh dana modal yang diterima Yanti langsung dialokasikan secara produktif untuk membeli berbagai bahan baku esensial guna mendukung kelancaran produksi kriyanya.

Langkah taktis tersebut terbukti membuahkan hasil positif, di mana usaha kerajinan tangan yang mulanya dikerjakan secara konvensional dari rumah kini perlahan menunjukkan grafik perkembangan yang signifikan.
​Akselerasi Bisnis Lewat Inovasi dan Transformasi Digital

​Pencapaian luar biasa ini membawa perubahan besar dalam perjalanan hidup Yanti yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan berkembang sejauh ini.

​“Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya,” katanya.

​Lebih dari sekadar penerimaan dana segar, nilai tambah utama dari ekosistem pembiayaan ini terletak pada program pendampingan intensif serta pelatihan berkala yang diselenggarakan oleh pihak manajemen. Melalui fasilitasi program bertajuk Mekaarpreneur, Yanti memperoleh pembekalan materi edukasi secara gratis yang mencakup teknik promosi produk, strategi branding, inovasi packaging, hingga teknik pemasaran digital. Berkat pembekalan tersebut, jangkauan pasar produk kriya Yanti kini sukses memperluas ekspansi penjualan ke platform e-commerce digital terkemuka seperti TikTok dan Shopee.

​Keberhasilan transformasi bisnis tersebut mengantarkan Sri Aryanti Nurafiah meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 Mekaarpreneur untuk kategori nasabah naik kelas di wilayah cakupan Bekasi-Jakarta.

Narasi sukses ini membuktikan secara gamblang bahwa masyarakat kelas bawah pada dasarnya tidak memerlukan santunan sosial atau belas kasihan semata, melainkan kesempatan aksesibilitas yang adil. Hambatan utama yang selama ini memasung produktivitas mereka bukanlah kemalasan, melainkan ketiadaan sistem pendukung yang inklusif serta minimnya rasa percaya dari institusi keuangan.

​Ketika instrumen pembiayaan inklusif berpadu dengan edukasi yang konsisten, dampak yang dihasilkan terbukti mampu meruntuhkan batas pesimisme dan memicu keberanian para pelaku usaha untuk bermimpi lebih besar.

Melalui langkah terintegrasi ini, PNM berkomitmen penuh untuk memperluas cakupan dampak sosial ekonomi serta terus membina nasabah-nasabah unggulan agar semakin mandiri dan berdaya di pasar nasional. (RIS/Hend)

 

​:

 

Topik: bisnis kriya BekasiCariTauLangkahBaruMekaarpreneurmodal tanpa jaminanpemberdayaanPNM MekaarPNMPemberdayaanUMKMPNMuntukUMKMSri Aryanti Nurafiahultra mikro

TerkaitBerita

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja
Bisnis

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

oleh Editor : Anggoro
23 Mei 2026
PLN Minta Maaf atas Listrik Padam Berjam-jam di Sumatera
Bisnis

PLN Minta Maaf atas Listrik Padam Berjam-jam di Sumatera

oleh Editor : Affandy
23 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 12.000 per Gram

oleh Editor : Affandy
22 Mei 2026
​Strategi PNM Mekaarpreneur, Kunci Sukses Usaha Ultra Mikro Naik Kelas, Bukan Cuma Modal!
Ekonomi

​Strategi PNM Mekaarpreneur, Kunci Sukses Usaha Ultra Mikro Naik Kelas, Bukan Cuma Modal!

oleh Editor : Akula
22 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

23 Mei 2026
Nia Dinata Resmi Garap “Berbagi Suami 2.0” 

Nia Dinata Resmi Garap “Berbagi Suami 2.0” 

23 Mei 2026
PENCITRAAN PRESISI: Pasien menjalani proses scanning menggunakan teknologi Symbia Pro.Specta yang diluncurkan oleh Siemens Healthineers. (Foto Ilustrasi: Dok./ siemens-healthineers.com)

Deteksi Dini Kanker Lebih Presisi dan Personal

23 Mei 2026
Saat Budaya Betawi Menjadi Bagian dari Pelayanan Hotel

Saat Budaya Betawi Menjadi Bagian dari Pelayanan Hotel

23 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3207 shares
    Share 1283 Tweet 802
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya